Wudhu Sebuah Keutamaan (Bagian 1)

188

Sebuah hal yang dimaklumi bersama bahwa shalat adalah ibadah yang mulia setelah memahami aqidah yang benar.

Sahnya ibadah shalat sangat tergantung dengan thaharah, jika keliru atau salah dalam melakukan thaharah, tentunya akan berefek kedalam shalat seseorang. Akhirnya shalatnya tidak sah dalam keadaan dia tidak menyadarinya, Allahul musta’an.

Tentunya asal dalam thaharah adalah dengan berwudhu, oleh karenanya dalam pembahasan perdana ini akan kami sebutkan keutamaan berwudhu sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

 

  1. Wudhu adalah sebagian dari keimanan.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الطهور شطر الإيمان

“Kesucian adalah setengah dari keimanan.” (HR. Muslim dari Al-Harit bin Ashim)

 

  1. Sebab ampunan dosa-dosa kecil.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 

إذا توضأ العبد المسل- أو المؤمن- فغسل وجهه خرج من وجهه كل خطيئة نظر إليها مع قطر الماء- أو مع آخر قطر الماء -، فإذا غسل يديه خرجت من يديه كل خطيئة كان بطشتها يداه مع الماء- أو مع آخر قطر الماء- فإذا غسل رجليه خرجت كل خطيئة مشتها رجلاه مع الماء- أو مع آخر قطر الماء- حتى يخرج نقيًا من الذنوب

 

“Apabila seorang muslim atau mukmin berwudhu kemudian mencuci wajahnya, maka akan keluar dari wajahnya tersebut setiap dosa pandangan yang dilakukan kedua matanya bersama air wudhu atau bersama akhir tetesan air wudhu. Apabila ia mencuci kedua tangannya, maka akan keluar setiap dosa yang dilakukan kedua tangannya tersebut bersama air wudhu atau bersama akhir tetesan air wudhu. Lalu apabila ia mencuci kedua kaki, maka akan keluar setiap dosa yang disebabkan langkah kedua kakinya bersama air wudhu atau bersama tetesan akhir air wudhu, hingga ia selesai dari wudhu nya dalam keadaan suci dan bersih dari dosa-dosa.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma)

 

Subhanallah, hanya dengan berwudhu. Allah Ta’ala akan berikan kepada kita segudang ampunan. Allahumma rahmaaka ya rabbi.

 

  1. Cahaya yang dimiliki seorang muslim kelak di hari kiamat.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 

نبلغ الحلية من المؤمنين حيث يبلغ الوضوء

 

“Akan sampai cahaya (perhiasan) dari seorang mukmin, sesuai batas akhirnya air wudhunya.” (HR. Muslim)

 

  1. Menjadi sebab datangnya kecintaan Allah Ta’ala

 

Allah Ta’ala berfirman,

 

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

 

“Allah itu suka dengan orang yang selalu bertaubat dan suka dengan orang yang selalu bersuci.” (QS. Al-Baqarah: 222)

Dan sangat banyak keutamaan dalam ibadah wudhu, namun perlu kita ketahui bersama, bahwa wudhu sebagaimana ibadah yang lain, tidak akan diterima oleh Allah Ta’ala kecuali dengan dua syarat :

  1. Ikhlas karena Allah Ta’ala
  2. Mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Maka usahakan dalam melakukan wudhu agar sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

 

DIANJURKAN UNTUK SELALU DALAM KEADAAN BERWUDHU

Seorang yang selalu dalam keadaan berwudhu akan mudah untuk melakukan kebaikan.

Berkata Al-Imam An-Nawawi rahimahullah,

 

اتفق أصحابنا على استحباب تجديد الوضوء ، وهو أن يكون على وضوء ثم يتوضأ من غير أن يحدث

 

“Dan telah sepakat ulama Madzhab akan sunnahnya memperbaharui wudhu, yaitu seorang selalu berwudhu walaupun tidak mengeluarkan hadas.” (Al-Majmu : 1/495)

 

Dalam shahih Al-Imam Al-Bukhari dari Anas bin Malik beliau berkata,

 

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu selalu berwudhu ketika akan shalat, kemudian aku (Anas) berkata : “kalau kalian bagaimana ? mereka menjawab : kalau kami selalu mencukupkan dengan satu wudhu jika belum berhadas.”

 

Semoga Allah Ta’ala memberikan kepada kita semua kemampuan untuk bisa membahas bersama tata cara wudhu sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sampai akhir.

 

Wallahu A’lam Bishawab

 

Penulis : Ustadz Abu Abdillah Imam

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.