Sifat Wudhu Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam (Bagian 3)

218

Telah kita sebutkan dalam pembahasan sebelumnya, beberapa permasalahan terkait hukum membaca basmalah dalam berwudhu. Dan telah kita sebutkan bahwa hukumnya sunnah, sehingga jika ada yang meninggalkannya, maka wudhunya tetap sah.

Berikut akan kami sambung dalam pembahasan yang lain.

 

MENCUCI KEDUA TANGAN SEBELUM BERWUDHU

Mencuci kedua tangan sebelum berwudhu memiliki dua keadaan.

Pertama : Ketika bangun dari tidur, dan akan berwudhu

Seorang yang bangun dari tidurnya diwajibkan untuk mencuci kedua tangannya sebelum mencelupkan kedua tangannya kedalam air. Dalilnya adalah hadits Abdullah bin Umar, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إذا استَيقَظَ أحدُكم من نَومِهِ، فلا يُدخِلْ يَدَه في الإناءِ حتَّى يَغسِلَها ثلاثَ مرَّات، فإنَّ أحدَكم لا يدري أينَ باتَت يَدُه

“Jika kalian bangun dari tidurnya, maka jangan kalian masukkan kedua tangannya ke dalam bejana sampai dia mencucinya sebanyak tiga kali. Karena kalian tidak tahu dimana tangan kalian bermalam semalaman.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang seseorang memasukkan tangannya ke dalam bejana ketika bangun dari tidur sampai dia mencucinya sebanyak 3 kali, ini menunjukkan hukumnya wajib.

Diantara ulama yang mengatakan wajib adalah pendapat yang dinukil dari Abdullah bin Umar, Abu Hurairah, Al-Hasan Al-Bashri, Ishaq bin Rahaweh, dan satu riwayat dari Al-Imam Ahmad.

Berikut beberapa faedah dari penjelasan diatas :

  1. Tidur yang dimaksud dalam hadits di atas adalah semua jenis tidur, baik tidur malam atau siang, walaupun dengan tidur malam itu lebih dianjurkan, namun termasuk juga tidur siang. Demikian yang dirajihkan oleh mayoritas ulama, termasuk di dalamnya Al-Imam Malik dan Al-Imam Syafi’i rahimahumullah.
  2. Sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kita mencelupkan langsung kedua tangan kedalam bejana adalah dikhawatirkan kedua tangan kita terkena najis disaat tidur, dalam keadaan dia tidak sadar.
  3. Apakah air yang tercelupkan kedua tangan ketika bangun dari tidur sebelum dicuci menjadi najis? Jawabannya tidak.

Berkata Al-Imam An-Nawawi rahimahullah,

“Jika seorang mencelupkan tangannya dalam keadaan dia ragu, apakah tangannya najis atau tidak, maka air tersebut dihukumi suci, dan tidak najis.” (Al-Majmu’: 1/390)

 

Kedua : Mencuci tangan sebelum wudhu tanpa bangun dari tidur

Hukum dalam masalah ini adalah sunnah dengan kesepakatan ulama. Tidak membatalkan wudhu jika tidak melakukannya, baik dengan sengaja atau tidak.

Berkata Al-Imam Ibnul Mundzir rahimahullah,

“Maka telah bersepakat ulama yang kami ketahui, bahwa mencuci kedua tangan sebelum berwudhu hukumnya sunnah. Dianjurkan untuk melakukannya. Dibolehkan baginya untuk mencucinya satu kali, atau dua kali, atau tiga kali.” (Al-Aushat : 1/375)

Berkata Al-Imam Ibnu Qudamah :

“Itu (mencuci kedua tangan sebelum berwudhu) hukumnya tidak wajib jika tidak bangun dari tidur, tanpa ada perselisihan dikalangan Ulama.” (Al-Mughni : 1/98)

 

Wallahua’lam Bisshawab

 

Penulis : Ustadz Imam Abu Abdillah

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.