Kontroversi Hukum Cadar

Sebuah Diskusi Ilmiyah Singkat seputar Hukum Cadar.

769

DISKUSI ILMIYAH TENTANG NIQAB DAN CADAR.

Sebuah pertanyaan sampai ke saya tentang hukum niqab atau cadar, tentunya sudah banyak pembahasan yang disebutkan dalam masalah ini, hanya saja dalam rangka saling membantu menjelaskan, maka akan kami buat beberapa bagian tulisan agar mudah untuk dicerna dan difahami, kami jadikan sebagai referansi utama dari kitab Jami Ahkamin Nisa, dan beberapa refernsi lainnya,  semoga tulisan singkat ini berfaedah, Amin Ya Rabbal Alamin.

Namun sebelum saya panjang lebar menjelaskan pendapat yang kuat dalam masalah menutup wajah bagi wanita dalam berhijab, saya akan menyebutkan perkara yang disepakati oleh para ulama bagi seorang wanita untuk tidak melakukannnya. Dengan tujuan agar tidak terpalingkan dari masalah yang penting ini disebabkan hal yang terjadi khilaf dikalangan ulama tentang hukum menutup wajah dengan bercadar.

 

HAL-HAL YANG DILARANG BAGI WANITA UNTUK MELAKUKANNYA KETIKA KELUAR RUMAH SESUAI PANDANGAN ISLAM.

 

  1. MENAMPAKKAN PERHIASANNYA.

Baik berupa jenis pakaian atau perhiasan lainnya.

Allah Ta’ala berfirman,

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya.”  (QS. An-Nur : 31)

 

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ

“Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (QS. An-Nuur: 31)

 

  1. MENGGUNAKAN WEWANGIAN

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِذَا اسْتَعْطَرَتْ الْمَرْأَةُ فَمَرَّتْ عَلَى الْقَوْمِ لِيَجِدُوا رِيحَهَا فَهِيَ كَذَا وَكَذَا قَالَ قَوْلًا شَدِيدًا- يَعْنِي : زَانِيَةً

“Jika seorang wanita menggunakan wewangian lalu melewati komunitas lelaki agar tercium baunya, maka dia begini  dan begitu, yaitu pelacur.” (HR. Abu Daud dan disahihkan oleh Syaikh Al-Albani didalam sahih At-Tirmidzi)

 

  1. TIDAK MENGGUNAKAN PAKAIAN YANG TIPIS ATAU MEMBENTUK LEKUK TUBUHNYA.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا بَعْدُ، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلاَتٌ مُمِيْلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَة  لا يدخلن الجنة و لا يجدن ريحها

“Dua orang dari penghuni neraka yang belum aku pernah melihatnya, (pertama) seorang kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi dengannya mereka memukuli manusia dan (kedua) kaum wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan berlenggok-lenggok, kepala mereka laksana punuk onta miring, mereka tidak akan masuk surga, dan tidak akan mendapatkan wanginya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Hal yang diatas tentunya lebih utama untuk diperhatikan, setelah itu, Insya Allah akan dimudahkan untuk menerapkan cadar atau niqab dalam kesehariannya.

 

PENDALILAN WAJIBNYA MENUTUP WAJAH

 

PERTAMA : AYAT HIJAB DALAM SURAT AL AHZAB : 53

Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ

“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS .Al-Ahzab : 53)

Sebab turunnya ayat diatas adalah apa yang dikisahkan oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Umar bin Khattab mengatakan kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam : “Suruhlah istri Engkau berhijab !”

Namun Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tidak melakukannya, suatu ketika Saudah binti zamah keluar dimalam hari, dan Saudah adalah wanita yang tinggi tubuhnya, lalu Umar mengatakan : “Kami telah mengetahuimu wahai Saudah, (dengan tujuan turun Ayat hijab), kemudian Allah menurunkan Ayat Hijab.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan datang riwayat lain menjelaskan Asbab Nuzul ayat diatas dari kisah Anas bin Malik, dan tidak mengapa satu ayat memiliki beberapa sebab dalam turunnya.

 

SEANDAINYA DIBOLEHKAN MEMBUKA WAJAH, TENTUNYA APA FAIDAH PERINTAH MELAKUKAN KOMUNIKASI DIBALIK HIJAB ?

BUKANKAH ITU HANYA ISTRI – ISTRI RASULULLAH.

 

Perlu diketahui bahwa khitab perintah dalam ayat diatas bukan hanya istri-istri Rasul saja, melainkan semua wanita.

Berkata Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah,

“Masalah yang kesembilan : dalam ayat diatas terdapat dalil bahwa Allah memberikan Izin untuk berkomunikasi dengan mereka dibalik hijab, dalam kebutuhan yang diperlukan, atau masalah yang ditanyakan, dan itu berlaku semua kepada para wanita.” (Tafsir Al-Qurthubi : 5309)

Berkata Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah,

“Yaitu sebagaimana Allah melarang kalian untuk masuk ke Mereka (istri-istri Nabi), maka jangan kalian melihat mereka secara total, jika ada diantara kalian ada yang membutuhkan sesuatu, maka jangan dengan melihat mereka dan jangan meminta kebutuhan kecuali dibelakang hijab.” (Tafsir Ibn Katsir : 3/505).

Berkata Al-Imam As-Syinqithi rahimahullah,

“Engkau telah mengetahui bahwa hukum hijab dalam ayat memiliki makna yang umum, dan juga telah diketahui bahwa ayat diatas juga menunjukkan wajibnya wanita menutupi semua badannya dari lelaki asing, maka menunjukkan bahwa Al-Quran telah menunjukkan dengan jelas wajibnya berhijab.” (Al-Adwa : 6/592)

 

JIKA WAJAH BUKAN HAL YANG TERMASUK DITUTUP, TERUS APA FAIDAH YANG TERKANDUNG DALAM PERINTAH BERHIJAB DALAM AYAT DIATAS ?

Sungguh sebuah kemuliaan bagi wanita ketika terbungkus dengan baju agama terjaga dan selalu berwibawa dimana berada mengikuti jejak ‘Aisyah sang ibunda.

*) Bersambung bagian kedua.

 

Wallahu A’lam Bishawab

 

 

Penulis : Ustadz Abu Abdillah Imam

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.