Hukum Haid Dan Nifas Sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah (Bagian 1)

Pembahasan ringkas hukum seputar Haid dan Nifas

584

Diantara kenikmatan agung yang Allah berikan kepada hambaNya adalah ilmu agama, dengannya Allah akan mengangkat derajat seseorang, dan itu adalah pertanda Allah menginginkan kebaikan darinya.

Diantara ilmu agama yang sangat penting diketahui oleh setiap muslim dan muslimah adalah hukum seputar haid dan nifas wanita.

Memang pembahasan lebih banyak berbicara tentang seluk beluk darah wanita, namun sangat penting juga untuk diketahui oleh lelaki, yang tentunya akan memudahkan baginya untuk memahami keadaan darah istrinya atau adik perempuannya atau yang lainnya. Semoga Allah memberikan keberkahan didalam tulisan ini, Amin Ya Rabbal Alamin.

 

Pentingnya Mempelajari Bab Haid dan Nifas.                                                                                              

Permasalah haid dan nifas adalah permasalahan yang sangat penting diketahui oleh seorang muslim dan muslimah.

Al-Imam Ahmad mengatakan : “Aku mempelajari Kitab Haid selama sembilan tahun sampai aku memahaminya.” (Tabaqat Hanabilah : 1/268)

Berkata Al-Imam An-Nawawi rahimahullah,

“Dan perlu diketahui bahwa haid adalah masalah yang memilik keterkaitan sangat erat dengan masalah fikih lainnya, sehingga diperlukan untuk mendalami dan mempelajarinya.” (Lihat AlMajmu’ : 2/345)

Al-Imam ibnu Nujaim menjelaskan bahwa masalah haid dan nifas memilliki keterkaitan yang sangat erat dengan masalah yang lainnya, seperti bersuci, shalat, membaca Al-Quran dan lainnya, sehingga sangat diperlukan untuk mempelajarinya dan memahaminya. (Lihat Al Bahru Raiq : 1/199)

Jika kita melihat kenyataan yang ada, kita dapatkan banyak dari kaum muslimin tidak/kurang bisa mencerna dan memahami masalah tersebut, tentunya ada beberapa faktor yang mendasari perkara tersebut, diantara :

  1. Masalah haid adalah masalah yang menjadi kekhususan wanita .
  2. Banyak terjadi kaidah kaidah yang tidak didasari dalil dari Al-Quran dan Sunnah, sehingga membuat permasalahan yang ada semakit sulit dipahami.
  3. Keadaan sebagian wanita yang mengkonsumsi beberapa obat-obatan yang mengganggu kelancaran haid, sehingga muncul masalah-masalah yang jarang terjadi

Dari sebab diatas, mendorong kita untuk mempelajari permasalahan tersebut, sehingga Allah memberikan kemudahan kepada kita untuk memahami dengan benar.

Wa Billahi Taufiq wal Hidayah.

 

Definisi Haid :

Haid secara bahasa (etimologi) adalah : mengalir.

Hadhas Sailu Idza Fadha yaitu : Air mengalir jika melimpah.

Adapun secara isthilah syar’i, para ulama madzhab telah menjelaskan beberapa definisi haid sesuai madzhab mereka, namun yang paling bagus dari definisi yang ada adalah apa yang didefinisikan oleh Al-Imam Al-Bahuti dari ulama Hanabilah, beliau mengatakan :

“Haid adalah darah yang biasa dan alami yang keluar dari dasar rahim wanita diwaktu tertentu.” (Lihat Ar Raudul Murbi’ Hasyiyah Ibnul Qasim : 1/108)

Sebagian ulama menambah dengan : “tanpa sebab melahirkan”. Untuk mengeluarkan dari definisi diatas darah nifas.

Untuk melengkapi faedah diatas, kami sebutkan definisi dari nifas dan istikhadhah.

 

Definsi Nifas :

Nifas secara bahasa adalah darah. Atau juga memiliki makna : pertolongan dari kesusahan.

Adapun secara istilah syar’i, nifas adalah : darah yang dikeluarkan dari rahim karena melahirkan dan setelahnya sampai waktu tertentu.

Definisi diatas adalah definisi madzhab Hanabilah, dan itu yang paling dekat kepada kebenaran.

 

Definisi Istihadzah :

Istihadzah adalah keluarnya darah setelah habis masa haidnya. Dan darah istihadzah bukan keluar dari jalan keluarnya darah haid, melaikan dari urat yang dinamakan “Al ‘Adzil”. (Lihat Lisanul Arab : madah haid)

 

Nama-Nama Haid :

Didalam Bahasa Arab, haid memiliki beberapa sinonim (persamaan kata), diantaranya :

نفست , نفست , درست , طمثت , ضحكت , كادت , أكبرت , صامت .

Dan disana ada beberapa nama lainnya yang disebutkan oleh ulama.

Didalam riwayat Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa Rasululah shallallahu ‘alahi wasallam mengatakan kepada Ummu Salamah :

أ نفست أنت ؟؟  ( apakah engkau nifas – yakni haid – )

sehingga dengan ini kita mengetahui bahwa haid juga dinamakan nifas dalam sebagian keadaan.

Wallahu A’lam Bishawab.

*) Bersambung bagian kedua

 

 

Penulis : Ustadz Abu Abdillah Imam

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.