Apa Hukumnya Berdakwah Dengan Media Sosial, Sedangkan Di Zaman Rasulullah Belum Ada Medsos. Apakah Termasuk Perkara Baru?
Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Apa hukumnya berdakwah dengan sosial media yang seperti banyak dilakukan oleh ustadz2 atau masyarakat kita sekarang misalkan by youtube wa ig dan lain2, sedangkan pada zaman rasulullah itu kan tidak ada medsos dan tidak pernah juga dicontohkan oleh Rasulullah menggunakan medsos, kembali lagi ke hadist misalkan kalau segala sesuatu yang tidak ada dicontohkan oleh Rasulullah maka amalan itu kan akan tertolak..
Nah itu bagaimana ustadz?
Dijawab oleh Ustadz Al Imam Abu Abdillah حفظه الله
Jawaban:
Wa’alaykumussalam warahmatullah Wabarakatuh
Benar, datang sebuah aadist, Bahwa Rasulullah Shallalahu Alaihi Wasallam bersabda :
من أحْدَثَ في أمْرِنا هذا ما ليس فيه فهو رَدُّ
Siapa yang membuat perkara baru dalam agama ini yang tidak ada contohnya dari kami, maka Amalan itu tertolak. ( HR Bukhari dan Muslim ).
Dalam hadist diatas, menunjukkan bahwa perkara yang dilarang untuk seseorang membuat – buat dan merekayasa adalah perkara dalam perkara Ibadah.
Tidak boleh seseorang sebagai contoh membuat buat ajaran didalam tata cara Shalat yang tidak ada tuntunannya dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
Namun dalam perkara yang secara asal dzatnya adalah perkara dunia, Rasulullah telah bersabda :
أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ
Kalian lebih tau dengan perkara Dunia kalian. ( HR Muslim )
Tentunya wajib diperhatikan disini adalah selama tidak melanggar Syariat.
Adanya sekian banyak aplikasi yang ada dizaman ini, itu semuanya adalah perkara dunia, yang hukum asalnya adalah muba-mubah saja.
Akan berubah menjadi dosa manakala digunakan dalam kemaksiatan, dan akan menjadi ladang pahala jika digunakan dengan kebaikan.
Dan kalau melihat fenomena seperti ini, sangat banyak Ulama Ahlus sunnah wal Jamaah dizaman ini yang menggunakan semua hal diatas sebagai wasilah didalam berdakwah kepada Allah.
Dan Kaidah yang benar adalah : Wasilah (metode) didalam berdakwah boleh dilakukan sesuai dengan kondisi masyarakat, SELAMA TIDAK MELANGGAR SYARIAT, adapun konten dakwah itu sendiri adalah Tauqifiyyah (wajib merujuk kepada konsep yang telah dijalani oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam).
Penulis: Ustadz Imam Abu Abdillah Hafidzhahullah
Artikel: almisk.or.id
____
BERSAMA MENUJU SURGA
GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK
Untuk Join Group ketik:
#LK/PR#Nama#Alamat#Umur#NoHP
SMS/WA : +6285338107669
*****
Donasikan infaq terbaik anda di : BNI Syariah 800440000 a/n YAYASAN AL MISK untuk Program Pendidikan Al Misk
Donasi Terbaik Anda akan digunakan untuk keperluan Operasional Kajian Ummahat Al Misk dan WAG Al Misk serta Persiapan pembebasan Wakaf Tanah Al Misk
Lihat Update Donasi setiap bulannya di : www.almisk.or.id
untuk konfirmasi donasi : SMS/WA : 0811 688 1515 ( Cut Dewi Ummu Muhammad ) atau 085836677889 (Vivie)