Aqidah Al-Imam As-Syafi’i Rahimahullah

261
  • Imam Abu Abdillah Muhammad Bin Idris As-Syafi’i rahimahullah

 

Didalam permasalahan aqidah, Al-Imam As-Syafi’i mengacu kepada beberapa prinsip :

 

  1. Menyakini dua kalimat syahadat dan memahaminya dengan benar.

 

Berkata Al-Imam As-Syafi’i rahimahullah,

 

“Dan prinsip didalam sunnah yang aku berada diatasnya dan juga sahabatku berada diatasnya dari kalangan ahlul hadits yang aku bertemu dan mengambil ilmu dari mereka seperti Sufyan bin Uyainah dan Malik bin Anas dan selain keduanya, yaitu menyakini dengan syahadatan Laa ilaha Illallah wa Anna Muhammadan Rasulullah.” (Kitab Al Uluw Karya Al Imam Ad Dzahabi : 20)

 

  1. Tauhid menurut beliau adalah mengesakan Allah dalam beribadah.

 

Sebuah kisah disebutkan oleh Al-Imam Adz-Dzahabi rahimahullah,

 

“Suatu hari datang seorang lelaki kepada Al-Imam Al-Muzani, dan bertanya beberapa hal tentang ilmu kalam (filsafat). Lalu beliau menjawab,

“Aku benci ilmu tersebut, bahkan aku melarang engkau mempelajarinya sebagaimana Al-Imam As-Syafi’i telah melarangnya.”

Sungguh aku mendengar Al-Imam As-Syafi’i mengatakan,

“Sesungguhnya Al-Imam Malik ditanya tentang ilmu kalam dan tauhid.

Lalu Al-Imam Malik menjawab,

“Sangat mustahil untuk beranggapan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau mengajarkan kepada ummatnya permasalahan istinja (cebok) dan tidak mengajarkan kepada mereka perkara TAUHID.” (Lihat Siar A’lamin Nubala : 10/26)

 

  1. Beliau menyakini bahwa tujuan manusia diciptakan adalah untuk beribadah.

 

Beliau telah menafsirkan firman Allah dalam Surat Al-Dzariyat : 56

 

Al-Imam As-Syaifi’i berkata,

 

“Allah menciptakan makhluk untuk beribadah kepadaNya” (Lihat Al Umm : 4/159)

 

  1. Al-Imam As-Syafi’i menetapkan semua sifat yang ada didalam Al-Quran dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

 

Beliau berkata,

 

“Allah telah memilliki nama-nama dan sifat-sifat yang diturunkan didalam kitabnya dan telah diberitahukan kepada nabinya kepada ummatnya, maka tidak dibenarkan seorangpun yang telah memiliki hujjah dan telah jelas baginya ucapan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentang hal itu untuk berpaling dari konsep ini.” (Lihat I’tiqad Al-Imam As-Syafi’i karya Al-Imam Al-Kahari : 20 – 21)

 

  1. Al-Imam As-Syafi’i rahimahullah bukan seorang musyabbih.

 

Musyabbih adalah menyerupakan Allah Ta’ala dengan makhluknya. Dan Al-Imam As-Syafi’i rahimahullah sangat berlepas diri dari keyakinan tersebut.

 

Beliau berkata,

 

“Kami menetapkan sifat-sifat yang datang didalam Al-Quran dan disebutkan didalam Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan kami MENAFIKAN TASYBIH sifat Allah kepada makhluknya sebagaimana Allah juga telah menafikan tasybih dalam firmanNya,

 

“Tidak ada yang serupa dengan-Nya apapun dan Allah maha mendengar lagi maha melihat” (QS. As-Syura : 11) (Lihat Siar A’lamin Nubala : 20/314)

 

Semoga Allah memberikan kepada kita semua untuk mengikuti jejak ulama salafus salih, Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

 

 

Penulis : Ustadz Abu Abdillah Imam

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.