Diantara kemurahan Allah kepada hamba-hambanya adalah karunia pahala walau seorang tidak melakukan suatu amalan. Tentunya jika karena udzur yang menghalang.
Rasulullah ﷺ bersabda :
إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Apabila seorang hamba sakit atau bepergian (safar), dicatat (amalannya) seperti apa yang dikerjakannya ketika dia bermukim dan sehat.’” (HR Bukhari)
Hadits diatas menunjukkan bahwa pahala akan mengalir walau seorang tidak melakukan amalan dikarenakan udzur yang menimpanya.
Disaat ini, manakala seseorang mengkhawatirkan dirinya untuk terkena penyakit dikala berada dalam kerumunan manusia, seperti shalat jamaah, kemudian dia menghindar dan melakukan shalat dirumah, maka pahala akan dia dapat sebagaimana jika dia melakukan shalat dimasjid. Terlebih jika dia melakukannya dirumah berjamaah dengan keluarganya
Berkata Syaikh ibnu Utsaimin Rahimahullah:
المعذورَ يُكتبُ له أجرُ الجماعةِ كاملاً إذا كان مِن عادتِه أن يصلِّي مع الجماعةِ ،
Seorang yang memiliki udzur sehingga tidak shalat jamaah dimasjid, maka Allah akan menulis baginya pahala sempurna jika memang kebiasaan dia melakukan shalat dimasjid. ( Lihat Syarhul Mumti’ : 4/323 )
Maka seorang yang sedang sakit dan akan membahayakan orang lain atau seorang yang khawatir akan terkena penyakit dari orang lain kemudian dia shalat dirumah, maka Allah akan memberikan pahala baginya melimpah sebagaimana jika dirinya sehat dan mampu kemasjid.
Terlebih kita mendapati anjuran pemerintah Hafidzahumullah untuk memperbanyak berdiam dirumah, bahkan dalam hal ibadah, maka itu sebuah udzur yang patut untuk dilakukan seseorang sembari mengharapkan pahala dari Allah.
Barakallahu fikum
Abu Abdillah Imam