Kenali Puasamu

33

Sebagian beranggapan bahwa puasa itu sebatas menahan lapar dan dahaga. Namun hakikat puasa sebenarnya adalah menahan jiwa untuk tidak melakukan kemaksiatan dan hal yang dimurkai oleh Allah.


Oleh karenanya, Rasulullah ﷺ menjadikan pahala puasa bagi mereka yang berpuasa jiwanya dari hal yang dimurkai oleh Allah.

 

Beliau ﷺ bersabda :

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ 

  

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta, perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makanan dan minumannya”. (HR. Bukhari: 1804)

 

Dan terkadang seseorang tidak mendapatkan apapun dari puasanya kecuali haus dan dahaga.

 

Rasulullah ﷺ bersabda :

 

 

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ ، وَرُبَّ قَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ قِيَامِهِ السَّهَرُ 

 

“Berapa banyak orang yang berpuasa, hanya mendapatkan dari puasanya rasa lapar dan haus saja, dan berapa banyak orang yang melakukan qiyamullail hanya mendapatkan dari qiyamullailnya terjaga (begadang) saja.” (HR. Ahmad dengan sanad yang sahih )

 

Dari sinilah Nampak makna dari sabda Rasulullah ﷺ :

 

 الصِّيَامُ جُنَّةٌ

 

Puasa adalah benteng. ( HR Bukhari dan Muslim )

 

Maksudnya benteng dari segala hal yang akan menyeret seseorang kedalam kemaksiatan dan kemurkaan Allah.

 

Dari sini juga, para ulama menjadikan makna puasa adalah Sabar. Mencakup tiga makna sabar yang disebutkan oleh Ulama, Yaitu sabar didalam ketaatan, sabar dari kemaksiatan dan sabar didalam ketentuan taqdir Allah.

 

Berkata syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah :

“Adapun hal-hal yang diwajibkan kepada kita untuk berpuasa adalah dibawah ini : 

 

“Sungguh yang diwajibkan kepada kita untuk berpuasa darinya adalah puasa dari kemaksiatan, manusia wajib berpuasa dari seluruh kemaksiatan; disebabkan  ini adalah yang menjadi tujuan awal berpuasa, 

 

berdasarkan firman Allah –Tabaraka wa Ta’ala-:

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ 

 

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (QS. Al Baqarah: 183)

Dia Allah tidak mengatakan: “Agar kalian merasa lapar !”, atau “Agar kalian merasa haus !”, atau “Agar kalian menahan diri dari (menggauli) istri !”, tidak; Dia berkata: “Agar kalian bertakwa”.

(Liqaat Al Bab Al Maftuh: 1/116 )

 

Oleh karenanya, mari kita jadikan momen berpuasa ini dengan meningkatkan kualitas ketaqwaan kita kepada Allah.

Barakallahu fikum

 


Abu Abdillah Imam

Almisk.or.id

════◎❅❦❅◎ ════• 

BERSAMA MENUJU SURGA 

GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK 

*Info Zakat infaq dan Sedekah Madrasah Al Misk*

BNI Syariah 800440000 an Yayasan Al Misk

CP : 08116881515 / 085836677889

 

_*Ramadhan Bulan Berbagi*_

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.