Hukum Shalat Di Kuburan

0

Secara tidak kita sadari, kita shalat didalam Masjid yang tegak di dalamnya kuburan. Fenomena yang sangat miris mana kala adanya praktek kesyirikan didalamnya. Laa haula wala Quwwata Illa billah.

 

Sahkah Shalat di Masjid yang Didalamnya Ada Kuburan ?

 

Shalat dikuburan memiliki dua keadaan :

 

Pertama :

 

 

SHALAT UNTUK MANUSIA YANG ADA DIDALAM KUBURAN

 

Hukum perbuatan diatas adalah syirik besar yang mengeluarkan pelakunya dari keislaman. Karena Allah Ta’ala telah mengancam orang yang berbuat syirik dengan hukuman yang pedih, Allah Ta’ala berfirman,

إن الله لا يغفر أن يشرك به ويغفر ما دون ذلك لمن يشاء

“Allah tidak akan mnegampuni dosa orang yang mati dengan membawa kesyirikan, dan mengampuni selain dosa tersebut bagi orang yang Allah kehendaki.” (QS. An Nisa : 116)

Kedua :

 

SHALAT UNTUK ALLAH, TETAPI DILAKUKAN DIKUBURAN

 

Keadaan kedua ini memiliki beberapa perincian hukum.

 

  1. Shalat Janazah Di Kuburan

 

Shalat janazah kepada mayyit dikuburan dibolehkan jika tidak memungkinkan shalat sebelumnya.

 

Dalilnya adalah kisah shalatnya Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam kepada jenazah wanita yang meninggal dimalam hari dalam keadaan Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam belum sempat menyolatkannya, setelah keesokan harinya beliau shalat dikuburan, lalu beliau bersabda,

إن هذه القبور مملوءة ظلمة على أهلها ، وإن الله ينورها لهم بصلاتي عليهم

 

“Sesungguhnya kuburan ini penuh kegelapan atas penghuninya, dan Allah memberikan cahaya kepada mereka dengan shalatku atas mereka.” (HR. Muslim : 956)

 

  1. Shalat Di Atas Kuburan (Selain Shalat Janazah)

 

Shalat diatas kuburan (baik shalat wajib atau sunnah) bathil (tidak sah). Dan ini pendapat Al-Imam Ahmad dan Abu Tsaur serta Al-Imam Ibnu Hazm rahimahullah.

 

Dan yang dimaksud dengan shalat diatas kuburan adalah Masjid yang dibangun di atas kuburan atau Masjid yang dikubur di dalamnya orang mati.

 

Dalilnya adalah sebagai berikut:

 

  • Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الأرض كلها مسجد إلا المقبرة والحمام

“Bumi itu semuanya Masjid kecuali kuburan dan kamar mandi.” (HR. Tirmidzi dan disahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Jami’ : 606)

 

  • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,

لعن الله اليهود والنصارى اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد

“Allah melaknat orang Yahudi dan Nashrani, mereka menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai Masjid.” (HR. Bukhari : 435 dan Muslim : 529)

 

  1. Shalat Menghadap Kuburan

 

Shalat menghadap kuburan haram, adapun shalatnya tetap sah. Demikian pendapat Al-Imam Ahmad dalam satu riwayat, dan ini yang dirajihkan oleh Al Imam An-Nawawi dan selain beliau. (Lihat Al Majmu’ : 3/165)

 

Yang dimaksud adalah seseorang berdiri shalat, antara dia dan kuburan tidak ada pembatas apapun. Adapun jika ada pembatas, apakah pagar atau dinding Masjid. Maka tidak masuk dalam hukum diatas. (Lihat Syarh Mumti : 2/232 )

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 

لا تَجْلِسُوا عَلَى الْقُبُورِ وَلا تُصَلُّوا إِلَيْهَا

 

“Jangan kalian duduk diatas kuburan dan jangan kalian shalat menghadapnya.” (HR. Muslim : 972)

 

Faedah :

Shalat di Masjid yang dihalaman (parkir  ada kuburannya diperbolehkan). Hanya saja perlu diperhatikan penilaian masyarakat setempat, jika mereka akan menganggap bolehnya membangun kuburan didalam masjid, maka sebaiknya dihindari.

 

(Disadur dari Islamqa.info dengan sedikit tambahan dan perubahan)

 

Barakallahu fiikum

 

Wallahu A’lam Bishawab

 

 

Penulis : Ustadz Abu Abdillah Imam

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.