Larangan Mendahului Orang Kafir Dalam Mengucapkan Salam

Islam adalah Agama yang Mulia

0

Kitab Bulughul Maram Kitab Jami’

Etika Mengucapkan Salam kepada Non Muslim

 

Berkata Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah didalam Kitab Bulughul Maram,

وَعَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم: «لَا تَبْدَؤُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى بِالسَّلَامِ, وَإِذَا لَقَيْتُمُوهُمْ فِي طَرِيقٍ, فَاضْطَرُّوهُمْ إِلَى أَضْيَقِهِ». أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

Dan dari beliau (Ali bin Abi Thalib radiyallahu ‘anhu).

Berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

“Jangan kalian mendahului orang Yahudi dan orang Nasrani dengan ucapan salam. Dan jika kalian bertemu mereka dalam sebuah Jalan, maka dorong mereka ketempat yang lebih sempit.” (HR. Muslim)

 

Penjelasan :

Hadits diatas masih berbicara tentang adab didalam mengucapkan salam kepada non muslim.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang kita untuk mendahului mereka dalam mengucapkan salam.

Ini disebabkan karena Islam adalah agama yang mulia, tidak ada satupun agama yang berada diatas agama Islam, demikian yang Allah tegaskan didalam Ayat- ayat-Nya.

 

Berkata Al-Imam Al-Munawi rahimahullah,

(لا تبدؤوا اليهود ولا النصارى بالسلام) لأن السلام إعزاز وإكرام ولا يجوز إعزازهم ولا إكرامهم بل اللائق بهم الإعراض عنهم وترك الالتفات إليهم تصغيرا لهم وتحقيرا لشأنهم فيحرم ابتداؤهم به على الأصح عند الشافعية

“Jangan kalian memulai orang Yahudi dan Nasrani dengan ucapan salam, dikarenakan ucapan salam adalah sebuah kemuliaan dan penghormatan. Sehingga tidak boleh memuliakan dan menghormati mereka (non muslim), justru yang dituntut untuk mereka adalah berpaling dari mereka dan tidak menoleh untuk mereka sebagai bentuk perendahan terhadap mereka.”

Maka diharamkan memulai salam untuk mereka sebagaimana yang sahih dari Madzhab Syafiiyah.(Faidhul Qadir : 6/386 / As Syamilah)

 

Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah,

(لا تبدؤوا اليهود والنصارى بالسلام، وإذا لقيتموهم في طريق فاضطروهم إلى أضيقه)) إذلالاً لهم، وخذلاناً لهم؛ لأنهم أعدى أعداء لك، وأعداء لربك، وأعداء لرسولك، وأعداء لدينك، وأعداء لكتاب الله وسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم

“Maknanya adalah sebagai bentuk perendahan atas mereka, dan penghinaan atas mereka, dikarenakan mereka adalah musuh yang paling berbahaya atas dirimu, dan musuh dari Rabbmu, dan musuh dari Rasulmu, dan musuh dari agamamu, dan musuh dari Kitab Allah dan Sunnah Rasulnya shallallahu ‘alaihi wasallam.” (Syarh Riyadhu Shalihin : 3/156 / As Syamilah)

 

Berkata Syaikhul Islam rahimahullah,

وَتَقْرِيرُ الِاسْتِدْلَالِ مِنْ هَذَا أَنَّهُ لَمْ يَجْعَلْ لَهُ حَقًّا فِي الطَّرِيقِ الْمُشْتَرَكِ عِنْدَ تَزَاحُمِهِمْ مَعَ الْمُسْلِمِينَ

“Dan makna pendalilan diatas adalah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menjadikan bagi mereka (kafir) hak bersama disaat berada dalam satu jalan dengan kaum muslimin.” (Ahkam Ahli Dzimmah : 1/592 / As Syamilah)

 

Wallahu A’lam Bishawab

 

 

Penulis : Ustadz Abu Abdillah Imam

 

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.