Salah satu cara agar orang-orang menyukaimu adalah hendaklah engkau sedikit dalam berbicara. Karena banyak bicara akan membuat hilangnya sifat wibawa dan bijaksana, mengundang kesalahan yang banyak, dan akan memperpanjang hisab kelak. Biasanya, orang yang banyak bicara akan membuat orang lain merasa bosan dan menolak perkataannya, atau bahkan tidak berminat untuk mendengarkannya berbicara.
Oleh karena itu, Allah telah menganjurkan kita untuk berbicara yang baik . Allah ta’ala berfirman :
“لاَ خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِّن نَّجْوَاهُمْ إِلاَّ مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلاَحٍ بَيْنَ النَّاسِ وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتَغَاء مَرْضَاتِ اللّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا ﴿١١٤﴾” [ النساء :١١٤].
Artinya : “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” [ QS.An nisa’ :114]
Begitu pula yang tertera dalam hadits Abu Hurairah -radhiallahu’anhu- berkata : Rasulullah -shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :
” مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت” [ رواه البخاري و مسلم ]
Artinya : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” [HR. Bukhari dan Muslim]
Berkata Az zamakhsyary : ” Sebaik-baik lisan adalah yang terjaga, dan sebaik-baik perkataan adalah yang di timbang, maka hendaklah berkata yang baik atau diam dan timbanglah perkataan mu dengan bijaksana. Karena sesungguhnya kebijaksanaan dalam berkata akan menunjukkan masa depan yang cerah. Dan tidaklah suatu kelemah lembutan terdapat pada sesuatu, kecuali akan menghiasinya. Dan tidaklah ia akan menghiasi yang berbicara kecuali akan muncul ketenangan pada dirinya“.
Di akhir pembahasan ini, Imam al Mawardi menyebutkan :
“Wahai saudaraku, ketahuilah bahwa berbicara memiliki beberapa syarat yang mana si pembicara tidak akan selamat kecuali dengan syarat-syarat tersebut. Dan tidak akan terlepas dari kekurangan kecuali dengan memenuhi 4 hal yaitu :
Berbicara hanya untuk meraih manfaat dan menolak mudharat.
Berbicara sesuai pada tempatnya.
Berbicara sesuai kadar kebutuhannya saja.
Memilah milih perkataan yang akan di ucapkan.”
Demikianlah beberapa hal yang berkaitan tentang sebagian adab berbicara.
Semoga kita dapat mengamalkannya .
(( Lihat Al iqtishar ‘alal khairi minal kalami di dalam kitab Thariquna lil Qulub karya Abi Abdillah Faishal bin ‘Abduh Qaaid Al haasyiry )).
Team Fawaid Al Misk
Dimurojaah oleh Abu Abdillah Imam
════◎❅❦❅◎ ════•
BERSAMA MENUJU SURGA
GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK
Untuk Join Group ketik :
#LK/PR#Nama#Alamat#Umur#NoHP
SMS/WA : +6285338107669
Kunjungi juga kami di ;
📮CHANNEL AL MISK
TELEGRAM :
🌍 WEBSITE : https://almisk.or.id/