Al-Qur’an Adalah Ucapan Allah

0

Demikian yang disebutkan oleh Al-Imam Al-Bukhari didalam aqidah yang dinukil dari beliau.

Kemudian beliau menyebutkan dalil dari ayat Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat Al-A’raf : 54.

Allah Ta’ala berfirman,

 

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

 

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah subhanahuwa ta’ala yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah subhanahuwa ta’ala. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam”

 

Sisi pendalilan yang disebutkan beliau adalah potongan ayat dalam firmannya,

 

أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

 

“Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam”

Lalu beliau menukil ucapan Al-Imam Sufyan bin Uyainah, beliau berkata : “Allah subhanahuwa ta’ala membedakan antara penciptaan dan perintah.”

Al-Imam Ahmad juga berhujjah dengan ayat diatas untuk menetapkan bahwa Al- Quran adalah Kalamullah dan bukan makhluk.

 

Dalam ayat lain Allah Ta’ala juga berfirman,

 

 الرَّحْمَنُ . عَلَّمَ الْقُرْآنَ . خَلَقَ الْإِنْسَانَ

 

“ (Tuhan) Yang Maha Pemurah, Yang telah mengajarkan Al-Qur’an. Dia menciptakan manusia.” (QS. Ar-Rahman: 1-3)

 

Allah  telah membedakan antara ilmuNya dan ciptaanNya, Al-Qur’an adalah ilmuNya sedangkan manusia adalah ciptaanNya. Ilmunya Allah berbeda dengan makhlukNya.

 

Dalil lain dalam masalah diatas adalah firman Allah Ta’ala,

 

وَإِنْ أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّى يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْلَمُونَ

 

“Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.” (QS. At-Taubah : 6)

 

Juga dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman,

 

أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

 

“Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?.” (QS. Al-Baqarah : 75)

 

Jabir bin Abdillah meriwayatkan dari Rasululah shalallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata,

 

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْرِضُ نَفْسَهُ عَلَى النَّاسِ فِي الْمَوْسِمِ، فَيَقُولُ: «أَلَا رَجُلٌ يَحْمِلُنِي إِلَى قَوْمِهِ، فَإِنَّ قُرَيْشًا قَدْ مَنَعُونِي أَنْ أُبَلِّغَ كَلَامَ رَبِّي» [رواه الإمام أحمد ]

 

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menampakkan dirinya dihadapan khayalak ramai dan mengatakan : “Apakah ada seorang lelaki yang membawa aku kepada kaumnya (untuk berdakwah), sesungguhnya Quraiys telah melarang aku untuk menyampaikan Firman Rabbku (HR. Ahmad dan disahihkan oleh Syaikh Al-Albani )

 

Berkata Sufyan bin Uyainah,

“Aku bertemu guru guruku sejak 70 tahun, diantaranya Amr bin Dinar, mereka mengatakan : “Al-Quran adalah firman Allah subhanahuwa ta’ala dan bukan makhluk.” (HR. Al-Bukhari dalam Khalqu Afaluil Ibad : 117)

Al-Imam Ibnu Abu Hatim bertanya kepada ayahnya (Abu Hatim) dan Abu Zur’ah  tentang keyakinan Ahlus Sunnah Wal Jamaah, beliau berdua mengatakan :

“Kami mendapatkan ulama kami di segala penjuru dunia, Hijaz, Iraq, Mesir, Syam, Yaman, kita dapatkan madzhab mereka adalah meyakini bahwa iman itu bertambah dan berkurang, dan Al-Quran adalah ucapan Allah dan bukan makhluk.”

 

Demikian juga dinukil oleh Al-Imam At-Tahawi dalam aqidah ya, juga Al-Imam Ibnu Taimiyyah dalam aqidah beliau, menunjukkan bahwa itu adalah keyakinan yang wajib diyakini oleh seorang muslim.

 

 

Penulis : Ustadz Abu Abdillah Imam

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.