Iman dengan Takdir (Bagian 2)

0

Telah disebutkan dalam tulisan bagian pertama, bahwa keimanan seseorang dengan takdir adalah pondasi Islam, apakah takdir tersebut baik,atau buruk menurut manusia.

Dalam kesempatan ini kami akan menyebutkan empat hal pokok yang melandasi keimanan seseorang dengan takdir.

Para ulama menyebutkan bahwa keimanan seseorang dengan takdir mewajibkan baginya untuk menyakini empat hal pokok.

 

Pertama : MENYAKINI BAHWA ALLAH MENGETAHUI SEMUA YANG TERJADI DIALAM SEMESTA

 

Semua lika liku kehidupan alam semesta, baik yang telah terjadi atau belum, Allah maha mengetahui.

 

Allah Ta’ala berfirman,

 

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاءِ وَالأَرْضِ إِنَّ ذَلِكَ فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

“Bukankah kalian mengetahui bahwa Allah maha mengetahui apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi, sungguh itu semua telah tertulis didalam Kitab (Lauh Mahfudz), dan sungguh itu semua mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hajj : 70)

 

Semua yang ada dialam semesta ini, Allah maha mengetahui semuanya. Tidak ada yang tersembunyikan sedikitpun dari ilmu Allah.

 

Kedua : MENYAKINI BAHWA ALLAH TELAH MENULIS TAQDIR SEMUA YANG AKAN TERJADI

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 

كتب الله مقادير الخلائق قبل أن يخلق السماوات والأرض بخمسين ألف سنة

 

“Allah telah mencatat takdir semua makhluk sebelum Allah menciptakan langit dan bumi dalam kurun waktu lima puluh ribu tahun.” (HR. Muslim : 2653)

 

Dan tidak akan berubah sedikitpun apa yang telah Allah tuliskan dalam Lauhul Mahfudz semua ketentuan Allah.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 

ولو اجتمعت على أن يضروك بشيء لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك، رفعت الأقلام وجفت الصحف

 

“Seandainya manusia semua berkumpul untuk mencelakakan dirimu dengan sesuatu, maka sungguh tidak akan memudharatkan dirimu kecuali sesuai apa yang Allah catat (tentukan) untukmu, sungguh telah diangkat pena, dan telah kering tinta.” (HR. Tirmidzi dengan sanad yang sahih)

 

Ketiga : MENYAKINI BAHWA ALLAH MEMILIKI KEHENDAK (MASYIIAH), DAN SEMUA YANG TERJADI DIALAM SEMESTA ITU SESUAI DENGAN KEHENDAK ALLAH

 

Artinya bahwa semua yang terjadi dialam semesta ini diatas kehendak Allah. Tidak ada satupun yang keluar dari kehendaknya.

 

Allah berfirman,

 

وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ

 

“Dan tidaklah kalian berkehendak, kecuali sesuai dengan kehendak Allah.” (QS. At-Takwir : 29)

 

Manusia bisa berkehendak, namun semua dibawah kehendak Allah.

 

Apakah terjadinya kemaksiatan dimuka bumi juga dibawah kehendak Allah?


Benar, semua yang terjadi dialam semesta dibawah kehendak Allah, baik itu ketaatan atau kemaksiatan, namun perlu diperhatikan, bahwa kehendak Allah untuk terjadinya sesuatu dialam semesta ini bukan disimpulkan bahwa Allah cinta dan ridha dengan kemaksiatan tersebut.

 

KEEMPAT : MENYAKINI BAHWA ALLAH MENCIPTAKAN SEMUA MAKHLUQNYA DAN JUGA MENCIPTAKAN SEMUA YANG MEREKA LAKUKAN

 

Allah Ta’ala berfirman,

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ

“Dan Allah telah menciptakan kalian dan apa yang kalian lakukan.” (QS. As-Shaffat : 96)

 

Allah Ta’ala menciptakan kita dan semua yang kita lakukan masuk dalam penciptaan Allah.

 

Faedah, Al-Imam Al-Bukhari telah mengarang sebuah buku yang bagus tentang masalah ini, beliau berikan judul dengan :

خلق أفعال العباد

“Halqu Afalil Ibaad.”

 

Dengan seorang muslim memahami empat tingkatan keimanan dnegan takdir, maka dia akan diberikan kemudahan untuk selalu berada dalam konsep Ahlus Sunnah Wal Jamaah dalam masalah takdir.

 

 

Penulis : Ustadz Abu Abdillah Imam

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.