Saling Memanggil dengan Nama Panggilan Yang Paling Disukai

0

Sesungguhnya hal yang membuat seseorang mencintai orang lain dan menjadikan hati mereka terasa lebih dekat ialah saling memanggil dengan nama panggilan yang disukai.

 

Tidak ada yang lebih dicintai seseorang melebihi namanya, dan penghormatanmu terhadap namanya adalah bukti atas bentuk penghargaanmu terhadap personalnya. Sehingga ketika engkau memanggil dengan nama yang Ia sukai, pertanda dirimu memuliakannya dan hal itu akan membuat mereka meyakini rasa kasih sayangmu.

 

Dahulu, Rasulullaah -shalallaahu ‘alaihi wa salam- memanggil para Sahabat-nya dengan panggilan yang paling mereka sukai, bahkan anak-anak kecil pun terkadang beliau berikan kuniyah.

 

Dari Anas -radhiyallaahu ‘anhu- berkata:

“Nabi -shalallaahu ‘alaihi wa salam- adalah manusia yang paling baik akhlaqnya, dan aku memiliki seorang adik yang dipanggil ‘Abu Umair’, maka Nabi -shalallaahu ‘alaihi wa salam- apabila bertemu dengannya maka Ia berkata padanya, “’Wahai Abu Umair, apa yang telah dilakukan Nughair (burung peliharaannya)?”

 

Kuniyah adalah bentuk pujian bagi orang yang diberikan kuniyah, dan wujud pemuliaan kepada orang tersebut, sebagaimana dikatakan oleh seorang penyair arab:

 

“Aku memanggilnya dengan Kuniyah untuk memuliakannya

Aku tidak menjulukinya dengan julukan karena itu hal yang tercela…”

 

Dan saling memanggil dengan nama yang paling disukai adalah salah satu bentuk untuk menjalin kedekatan hati, serta menanam rasa kasih sayang dan kecintaan. Karena sesungguhnya memanggil dengan julukan yang mengandung ejekan akan mengubah kedudukan seorang yang beriman menjadi fasiq.

 

Allaah -subhaanahu wa ta’ala- berfirman:

وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ

“Dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman” Q.S Al-Hujurat ayat 11

 

Dan diriwayatkan dari Abu Jubairah bin Dhahak -radhiyallaahu ‘anhu- bahwa ayat ini diturunkan bagi Bani Salamah, “Dan jangan memanggil dengan gelar yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman”, beliau berkata:

 

“Telah datang kepada kami Rasulullaah -shalallaahu ‘alaihi wa salam- dan tidaklah ada diantara kami seorang pun kecuali Ia memiliki dua atau tiga nama, maka Nabi pun menyebut ‘Wahai Fulan’ , maka mereka berkata, “Jangan! Wahai Rasulullaah -shalallaahu ‘alaihi wa salam- sesungguhnya Ia marah (jika dipanggil) dengan sebutan itu” maka turunlah ayat, ‘Dan jangan memanggil dengan gelar yang mengandung ejekan’”

 

(( Lihat At tanaady bi ahabbil Asmaa’  di dalam Kitab Thariiquna Lil Qulub karya Abi  Abdillah Faishal bin ‘Abdah Qaaid Al haasyiry )).

Team Fawaid Al Misk

Dimurojaah Abu Abdillah Imam

____

BERSAMA MENUJU SURGA

GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK

Untuk Join Group ketik:

#LK/PR#Nama#Alamat#Umur#NoHP

SMS/WA : +6285338107669

*****

Donasikan infaq terbaik anda di : BNI Syariah 800440000 a/n YAYASAN AL MISK untuk Program Pendidikan Al Misk

Donasi Terbaik Anda akan digunakan untuk keperluan Operasional Kajian Ummahat Al Misk dan WAG Al Misk serta Persiapan pembebasan Wakaf Tanah Al Misk

Lihat Update Donasi setiap bulannya di : www.almisk.or.id

untuk konfirmasi donasi : SMS/WA : 0811 688 1515 ( Cut Dewi Ummu Muhammad ) atau 085836677889 (Vivie)

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.