Istiqomah Merupakan Anugrah llahiyyah dan Pemberian Robbaniyyah

0

 

Di dalam ayat Kitab Allah Subhanahu wa Ta’ala (alquran) sangat banyak Allah menyandarkan kepada diriNya “hidayah” kepada jalanNya yang lurus. Sesungguhnya perkara itu seluruhnya berada di tangan Allah.

 

Allah memberikan hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyesatkan siapa saja yang Dia kehendaki.

Dan di tanganNyalah hati seorang hamba berada, maka Allah akan menegakkan hati  seseorang untuk istiqomah di jalan yang lurus bagi siapa saja yang Allah kehendaki dan memalingkan seseorang bagi siapa saja yang Allah kehendaki.

 

Allah berfirman :

وَلَوْ أَنَّا كَتَبْنَا عَلَيْهِمْ أَنِ اقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ أَوِ اخْرُجُوا مِنْ دِيَارِكُمْ مَا فَعَلُوهُ إِلَّا قَلِيلٌ مِنْهُمْ وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا (66) وَإِذًا لَآتَيْنَاهُمْ مِنْ لَدُنَّا أَجْرًا عَظِيمًا (67) وَلَهَدَيْنَاهُمْ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا (68)

Artinya : Dan sesungguhnya kalau Kami perintahkan kepada mereka, “Bunuhlah diri kalian atau keluarlah kalian dari kampung kalian,” niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka. Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka); dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami, dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus. ( QS. An-Nisa’ : 66-69)

 

Maka hidayah istiqomah semuanya berada di tangan Allah Azza wa Jalla. Allah berfirman :

وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَىٰ دَارِ السَّلَامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

 

Artinya : Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). ( QS. Yunus : 25).

 

Masih banyak ayat yang semakna dengan ini. Maka dari itu bisa diambil kesimpulan bahwa hidayah itu semuanya ada ditangan Allah dan Allah memberikan kepada siapa yang Dia kehendaki.

 

Oleh karena ini adalah kaidah awal istiqomah yang asasnya adalah menghadapkan wajah kepada Allah dengan permohonan yang jujur. Karena hidayah tersebut berada di tangan Allah.

 

Oleh karenanya, sesungguhnya doa yang paling sering Nabi Shalallau ‘alayhi wasallam ucapkan adalah doa :

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.

 

Dan doa ini yang akan menetapkan hati kita untuk terus istiqomah

 

Permintaan hidayah adalah sebesar- besarnya permintaan dan semulia – mulianya permintaan.

 

Karena itu Allah mewajibkan atas setiap hambaNya agar memohon hidayah ke jalan yang lurus berulang – ulang kali disetiap siang dan malam yang tercantum dalam surat Al-Fatihah :

 

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Artinya : Tunjukilah kami jalan yang lurus.

 

Berkata sebagian ahlul ilmu: Hendaknya orang awam memperhatikan doa ini ketika dia mengatakan “ihdinash shiratal mustaqim”  Maka kamu sekarang sedang menyeru kepada Allah Ta’ala dengan do’a yang Allah wajibkan atasmu sebanyak tujuh kali dalam sehari semalam sebanyak bilangan raka’at dalam sholat wajib”.

 

Hendaknya setiap muslim memberikan perhatian terhadap doa ini.

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata :

 

Saya telah melihat dengan penuh perhatian (meneliti) do’a apa yang paling bermanfaat, maka saya temukan bahwa do’a tersebut adalah meminta pertolongan diatas ridho Ilahi, kemudian saya melihat bahwa itu semua ada di dalam surat al-Fatihah

 

Dalam sebuah ayat yang berbunyi :

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Beliau melanjutkan: “Seorang hamba diperintahkan untuk selalu membiasakan meminta kepada Allah Azza wa jalla jalan hidayah kepada keistiqomahan”.

 

Maka pada intinya kamu selalu di tuntut mulai dari dirimu

 

Sendiri agar senantiasa terbiasa dengan do’a yang agung ini, berdo’a kepada Allah untuk mendapat hidayah agar selalu ditetapkan di dalam istiqomah. Yang mana itu ada dalam surat al-Fatihah.

 

Hasan Al Basri rahimahullah berkata : jika engkau membaca firman Allah  yang berbunyi :

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا

 

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah.

 

Maka beliau berkata (berdoa) : Ya Allah, engkau adalah Rabb kami, berikanlah kami rizki agar selalu istiqomah.

((Lihat 10 kaedah dalam istiqomah hal 6-10 karya Syakih Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al-Badr)).

 

Team Fawaid Al Misk

Dimurojaah Abu Abdillah Imam

____

BERSAMA MENUJU SURGA

GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK

Untuk Join Group ketik:

#LK/PR#Nama#Alamat#Umur#NoHP

SMS/WA : +6285338107669

*****

Donasikan infaq terbaik anda di : BNI Syariah 800440000 a/n YAYASAN AL MISK untuk Program Pendidikan Al Misk

Donasi Terbaik Anda akan digunakan untuk keperluan Operasional Kajian Ummahat Al Misk dan WAG Al Misk serta Persiapan pembebasan Wakaf Tanah Al Misk

Lihat Update Donasi setiap bulannya di : www.almisk.or.id

untuk konfirmasi donasi : SMS/WA : 0811 688 1515 ( Cut Dewi Ummu Muhammad ) atau 085836677889 (Vivie)

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.