2Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Ustadz, jika keadaan nya seperti ini :
Keluarga besar fulanah sama sekali belum mengenal sunnah, setiap hari fulanah harus mengingkari praktik kesyirikan, kebid’ahan, mendengarkan musik, menyaksikan keluarganya meninggalkan shalat, dan lain sebagainya.
Amar ma’ruf nahi mungkar sudah fulanah lakukan semampu dirinya, namun sama saja, bahkan fulanah disangka beraliran sesat karena fulanah baru saja hijrah dan langsung berubah total seperti itu.
Demi untuk menyelamatkan iman nya, fulanah berkeinginan untuk mondok yang tentu saja akan meninggalkan keluarganya.
Pertanyaannya ustadz, apakah yg seperti ini boleh ? mengingat fulanah meninggalkan keluarganya yang masih dalam keadaan jahil, dan fulanah merasa ia memiliki tanggung jawab untuk membimbing keluarganya.
jazakallahu khair
📝 Dijawab oleh Ustadz Al Imam Abu Abdillah حفظه الله
Jawaban:
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Sebuah kenikmatan dari Allah manakala Allah memberikan hidayah untuk mengenal kebaikan dan Sunnah, dikala kebanyakan manusia tidak mendapatkannya, sudah menjadi kewajiban untuk mensyukuri kenikmatan tersebut.
Namun dalam sebuah lika liku kehidupan, kadang Allah menguji kita dengan adanya orang yang kita cintai belum merasakan apa yang kita rasakan dalam keindahan Sunnah ini, seperti yang disebutkan dalam pertanyaan diatas.
Berikut beberapa hal yang perlu kita fahami dalam kondisi diatas :
- Berusaha untuk mencintai saudara kita apa yang kita cintai untuk diri kita.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :
Sungguh kalian belum dianggap (sempurna) keimanan kalian sampai mencintai untuk saudara kalian seperti kalian mencintai untuk diri kalian sendiri (HR Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)
- Lakukan yang terbaik agar mereka (orang yang kita cintai) mendapatkan hidayah. Ketika Abu Thalib diakhir hayatnya, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjenguknya dan mendakwahinya untuk mengucapkan kalimat Laa ilaha Illallah. Walaupun Abu Thalib meninggal dalam keadaan Musyrik, namun menunjukkkan kepada kita semangat untuk menyampaikan kebaikan kepada orang yang kita kasihi, walaupun hidayah ditangan Allah.
- Jika dirimu merasa tidak sanggup untuk menasehati keluargamu, maka doakan mereka dengan hidayah, seandainya dirimu belum merasa cukup modal Ilmu agama dalam mendakwahi keluargamu, maka sisihkan waktumu dengan menuntut ilmu Agama, atau gunakan waktumu untuk menuntut ilmu Agama, sembari menyandarkan masalah yang engkau hadapi kepada Allah Ta’ala.
Kadang dengan dirimu belajar Ilmu Agama, Allah akan memberikan hidayah kepada keluargamu.
Dan ketahuilah bahwa keselamatan dari fitnah adalah sebuah kebahagiaan, manakala dirimu merasa khawatir akan terjatuh dalam fitnah dan kesesatan, maka larilah kepada Ilmu Agama, dan serahkan mereka kepada Allah.
Semoga Allah memberikan Hidayah kepada Engkau dan keluargamu serta kepada kita semua.
Penulis: Ustadz Imam Abu Abdillah
Artikel: almisk.or.id