Kemuliaan Seorang Muslim

0

Pada suatu hari Rasulullah shalallahu alaihi wasallam berdiri didepan ka’bah, melihat keagungan dan kebesaran ka’bah tersebut, beliau lalu berkata : 

مرحباً بكِ من بيتٍ، ما أعظمَكِ، وأعظمَ حرمَتَكِ! وللمؤمنُ أعظمُ حرمةً عند اللهِ منكِ، إن اللهَ حرّم منكِ واحدةَّ، وحرّمَ مِنَ المؤمنِ ثلاثاً: دمَه، ومالَه، وأن يُظَنَّ به ظنُّ السُّوءِ

Selamat atas dirimu wahai Ka’bah, sungguh engkau sangatlah Agung dan mulia dihadapan Allah, Namun seorang mukmin itu lebih mulia disisi Allah daripada dirimu, Allah telah mengharamkan atas dirimu satu perkara, sedangkan Allah telah mengharamkan atas seorang mukmin tiga perkara, darahnya, hartanya, dan prasangka buruk. (HR. Al Bayhaqi dalam Syuabul Iman dengan sanad yang Sahih)

 

Bayangkan wahai saudaraku, ka’bah yang menjadi tempat yang dituju dan disakralkan dalam tinjauan Islam, justru kehormatan dan jiwa seorang muslim lebih berharga, Subhanallah.

 

Kejadian yang serupa kepada Abdullah bin Umar, pada suatu hari beliau melihat Ka’bah, kemudian beliau berkata :

Sungguh sangat mulia dirimu wahai Ka’bah, Namun seorang muslim lebih mulia kehormatannya dan darah serta hartanya daripada dirimu. (HR. Tirmidzi dengan sanad yang sahih)

 

Artinya dari dua kisah diatas, bahwasanya bukan tindakan terpuji untuk bermudah-mudahan mengkafirkan seorang muslim, apalagi hanya dibangun dengan anggapan dan dzan Wal ‘iyadhu billah.

 

Al Imam Al Bukhari menyebutkan dalil dalam prinsip diatas dengan Firman Allah :

{إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ}

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni  orang yang mati dengan membawa dosa syirik, dan akan mengampuni selain itu dari dosa bagi orang yang Allah kehendaki. (QS An Nisa : 48)

 

Para Ulama menjelaskan tafsir ayat diatas, keadaan dosa yang akan Allah hisab kelak dihari kiamat itu terbagi menjadi dua :

 

Pertama : Dosa yang Allah tidak akan mengampuninya, dan ini adalah dosa syirik jika dia mati tidak bertaubat darinya

 

Kedua : Dosa selain syirik, walaupun dia belum sempat bertaubat, tetap keputusannya ada dibawah kehendak Allah, jika Allah berkehendak, maka Allah akan Ampunkan, jika tidak maka Alah akan siksa sesuai dengan dosa yang dia akukan, dan Alah tidak mendzalimi seorangpun dari hambanya.

 

SISI PENDALILAN disini adalah dosa selain Syirik, yang dilakukan oleh seseorang, selama dia tidak menghalakan perbuatan tersebut, tidak boleh pelakunya kita vonis dengan KAFIR.

 

Oleh karena itu, Al Imam As Shabuni As Syafiie mengatakan dalam Aqidahnya :

 

Dan kita tidak mengkafirkan seorang muslim dengan dosa yang telah dia lakukan (selain Syirik). (Lihat Aqidatus salaf)

 

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah :

يجب الاحتراز من تكفير المسلمين بالذنوب والخطايا فإنه أول بدعة ظهرت في الإسلام فكفر أهلها المسلمين واستحلوا دماءهم وأموالهم

Wajib atas seorang musim berhati hati dari pengkafiran kepada kaum muslimin, dengan dosa dan kesalahan yang mereka lakukan, karena perbuatan tersebut adalah kebid’ahan pertama yang muncul dalam Agama Islam, sehingga mereka mengkafirkan pelaku dosa besar tersebut dari kalangan kaum muslimin, dan menghalalkan darah mereka. (Majmu Fatawa : 13/31)

 

Dan tidaklah terjadinya perbuatan teror dan anarkhis didalam masyarakat kita, melainkan karena mereka menyelisihi prinsip pokok Islam ini.

 

In sya Allah akan kami sebutkan syubhat dan doktrin yang menjadi otak terjadinya perbuatan terorisme beserta dalil dari Al Quran dan Sunnah Rasululah shalallahu alaihi wasallam,

 

Dan semoga Allah menjauhkan kita dan keluarga kita dari pemahaman sesat tersebut, dan menjadikan kita semua saling bersaudara karena Allah, Amien Ya Rabba Alamien

 

Penulis Ustadz Imam Abu Abdillah

Artikel: almisk.or.id

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.