Na’udzubillah min Dzalik”
Merinding mendengar seorang yang beragama islam menumpahkan kejahilannya dalam disertasi mengerikan dan mengancam kehidupan yang damai dan bahagia.
Bagaimana tidak mengancam kebahagiaan hidup bermasyarakat, ketika disertasi tersebut mencuat dan menjadi hal yang viral menampakkan tipisnya akal sang doktor tersebut, yang secara tidak langsung ikut andil dan berpartisipasi untuk menyemarakkan perbuatan laknat ( zina ) tersebut, dengan dalih apapun.
Rasulullah ﷺ bersabda :
يا معشر المهاجرين، خمسٌ إذا ابتليتم بهن وأعوذ بالله أن تدركوهن: لم تظهر الفاحشة في قوم قطُّ حتى يعلنوا بها إلا فشا فيهم الطاعون والأوجاع التي لم تكن في أسلافهم الذين مضوا
Wahai orang muhajirin, ada lima hal yang jika kalian terjatuh didalamnya ( maka kalian akan hancur ) dan aku berlindung kepada Allah agar kalian tidak bertemu dengannya :
Tidaklah perbuatan zina menyebar dalam sebuah komunitas, sampai mereka melakukannya dengan terang – terangan, melainkan akan menyebar ditengah – tengah mereka penyakit Ta’uun dan kelaparan yang tidak pernah terjadi sebelumnya ( HR. Ibnu Majah dengan sanad yang shahih dari hadist Abdullah bin Umar )
Apa bedanya dengan melakukan perbuatan zina dengan terang – terangan dan menyatakan dengan terang – terangan bahwa zina itu halal ?
Justru, orang yang menganggap halalnya perbuatan zina telah menyetarakan dirinya dengan Allah, kenapa ? karena dirinya berani menghalalkan apa yang Allah haramkan.
Dengar sabda Rasul ﷺ yang mulia :
لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ
Akan muncul dikalangan ummatku kaum yang menghalalkan zina dan sutera, serta khamr dan alat musik. ( HR Bukhari secara Mu’allaq dan disambung oleh Al Imam Al Bayhaqi dengan sanad yang shahih )
Artinya dengan konsep yang sangat jelas secara Nash Al Quran dan Sunnah serta Fitrah dan akal sehat, menyatakan haramnya zina, namun akan muncul manusia yang menghalalkannya.
Dan ini sudah terjadi, Laa haula Wa laa Quwwata Illa Billah.
Adapun tentang haramnya zina, atau mendekati hal zina, itu telah diketahui oleh manusia bahkan dalam tingkatan awam sekaligus. Namun sebenarnya apa sebabnya sampai ada orang yang memiliki pemikiran bejat seperti itu ?
Sebabnya adalah penuhanan akal dalam beragama.
Manakala akal menjadi penentu dalam memahami kaidah syariat, tidak heran yang akan muncul adalah perkara yang aneh dan sesat.
Allah telah menjelaskan konsep dalam beragama untuk mengikuti Al Quran dan Sunnah dengan pemahaman Sahabat Rasulullah ﷺ.
Allah berfirman :
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَى رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ
“Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang” (Qs. At Taghabun: 12).
Dalam ayat lain Allah juga berfirman:
فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
“Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An Nisa: 59).
Seandainya akal menjadi dasar dalam beragama ? akal siapa yang menjadi acuan dan barometer ?
100 orang pasti akan memiliki 100 pendapat. Lantas pendapat mana yang benar ?
Seandainya semuanya benar ? dan tidak ada yang salah ? Lantas untuk apa Allah mengutus Rasulullah ﷺ ke alam dunia ini sebagai Nabi dan Rasul ?
Cukup wahai Fulan, jangan semakin membuka kebodohan yang engkau miliki dengan memberikan statement yang semakin aneh.
Dengarkan jawaban Rasulullah ﷺ kepada seorang pemuda yang meminta izin kepada Rasulullah ﷺ untuk berbuat zina, sekaligus sebagai pertanyaan kepada anda wahai fulan atas statement yang kamu munculkan :
((أتحبه لأمك؟))، قال: لا والله، جعلني الله فداءك، قال: ((ولا الناس يحبونه لأمهاتهم))، قال: ((أفتحبه لابنتك؟))، قال: لا والله يا رسول الله، جعلني الله فداءك، قال: ((ولا الناس يحبونه لبناتهم))
Apakah kamu setuju perbuatan itu terjadi pada ibumu ?
Dia mengatakan : tidak ya Rasulullah, jadikanlah Allah bagiku sebagai jaminan
Rasulullah ﷺ mengatakan : dan tentunya manusia juga tidak setuju itu terjadi kepada ibu kandung mereka.
Rasulullah ﷺ kembali bertanya : apakah kamu setuju untuk anak perempuanmu ?
Dia mengatakan : tidak Ya Rasulullah, jadikanlah Allah bagiku sebagai jaminan.
Rasulullah ﷺ mengatakan : dan tentunya manusia juga tidak setuju itu terjadi kepada anak perempuan mereka. ( HR Ahmad dengan sanad yang sahih )
Nah bagaimana dengan jawaban anda WAHAI DOKTOR???
Semoga Allah memberikan petunjuk kepada kita semua diatas keridhaannya, Amien.
Penulis: Ustadz Imam Abu Abdillah
Artirkel: Almisk.or.id
____
BERSAMA MENUJU SURGA
GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK
Untuk Join Group ketik:
#LK/PR#Nama#Alamat#Umur#NoHP
SMS/WA : +6285338107669
*****
Donasikan infaq terbaik anda di : BNI Syariah 800440000 a/n YAYASAN AL MISK untuk Program Pendidikan Al Misk
Donasi Terbaik Anda akan digunakan untuk keperluan Operasional Kajian Ummahat Al Misk dan WAG Al Misk serta Persiapan pembebasan Wakaf Tanah Al Misk
Lihat Update Donasi setiap bulannya di : www.almisk.or.id
untuk konfirmasi donasi : SMS/WA : 0811 688 1515 ( Cut Dewi Ummu Muhammad ) atau 085836677889 (Vivie)