Wahai Suami Engkau Sebagai Benteng yang Kokoh Untuk Keluargamu

0

Sekilas, berumah tangga adalah sebuah kenikmatan bagi kaum lelaki, tentunya demikian.

Namun sebuah konsekuensi menantinya setelah dirinya mengucapkan ijab kabul dalam akad pernikahan, yaitu sebuah tanggung jawab yang besar telah terbebankan diatas pundaknya, bagaimankah dirinya menjalankannya.

Sebuah ayat sebagai pelajaran bersama menggugah kesadaran seorang lelaki yang bernama suami, untuk menjadi seorang yang bertanggung jawab atas keluarganya.

Allah Ta’ala berfirman,

 

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

 

“Dan perintahkanlah keluargamu dengan shalat, dan bersabarlah diatas ibadah shalat itu, kami tidak meminta atas kalian rezeki, namun kami yang akan memberikan rezeki padamu, dan akhir yang baik teruntuk orang yang bertaqwa.” (QS. Taha : 132)

 

Tafsir ayat diatas :

 

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ  : maknanya adalah : selamatkan keluargamu dari api neraka dengan menyuruh mereka menegakkan shalat.

 

وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا  : dan sabarlah engkau dalam melakukan shalat tersebut.

 

لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ : dan jika engkau menjaga shalat, dan menyuruh keluargamu untuk shalat, maka akan datang padamu rezeki dari jalan yang engkau tidak sangka-sangka.

(Lihat Tafsir Ibnu Katsir dalam ayat diatas)

 

Seorang suami, bukan hanya sebuah nama diatas buku nikah sebagai seorang suami, namun dibalik itu ada tanggung jawab yang mulia.

Kadang kita beranggapan bahwa ketika berumah tangga, maka tugas utama adalah mencari nafkah untuk keluarga.

Benar itu sebuah kewajiban, namun yang lebih besar adalah menjaga dan menyelamatkan keluarga kita dari azab Allah Ta’ala yang sangat pedih.

Maka ajak mereka untuk bersama dalam ketaatan. Terutama dalam beraqidah dengan aqidah yang sahih, sebagai kunci utama dalam kebahagiaan dunia dan akhirat.

Kemudian ajak mereka untuk menegakkan shalat. Karena itu adalah tiang agama.

 

Al-Imam As-Sa’dy rahimahullah berkata,

 

حث أهلك على الصلاة، وأزعجهم إليها من فرض ونفل. والأمر بالشيء، أمر بجميع ما لا يتم إلا به، فيكون أمرا بتعليمهم، ما يصلح الصلاة ويفسدها ويكملها

 

“Anjurkanlah keluargamu untuk menegakkan shalat, dan sibukkan mereka untuk shalat, baik shalat wajib atau sunnah.”

Dan perintah dengan sesuatu maknanya adalah perintah dengan segala yang menjadi penyempurna hal tersebut.

Maka termasuk didalamnya perintah untuk mengajarkan mereka tata cara shalat, apa yang sah dalam shalat, dan apa yang merusaknya dan apa yang menjadi penyempurna shalat. (Lihat Tafsir As Sa’dy)

Keliru jika hanya menyuruh shalat, namun menutup mata dari praktek shalat yang dilakukan oleh istri kita.

Ajarkan sekalian tata cara shalat yang benar, sehingga Ibadah shalatnya akan diterima oleh Allah Ta’ala.

Jika kita tidak bisa mengajarkannya, maka berikan kesempatan kepada istri kita untuk mempelajari hal tersebut, dengannya maka kita telah melakukan apa yang diwajibkan oleh Allah Ta’ala kepada kita.

 

Barakallahu fiikum

 

Wallahu A’lam Bishawab

 

Penulis : Ustadz Abu Abdillah Imam

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.