Karena Agamanya Engkau Bahagia

0

Kadang perjalanan bahtera pernikahan telah melewati samudera yang luas, tak terasa riak air menjadi ombak yang besar menerjang siapa yang berdiri ditengahnya.

Tahukan engkau sobat, hanya agama istrimulah yang akan membantumu terlepas dari bahaya yang menghadangmu.

Sehingga tidak keliru ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menitipkan pesan kepada mu, jauh hari sebelum engkau akan membuang jangkar untuk memulai perjalanan panjang ini.

فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Maka pilih dengan yang memilih agama engkau bentangkan tanganmu.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

Bagaimana sih rasanya kalau punya istri yang salihah ?

Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah,

“Istri yang memiliki agama akan membantu suaminya dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala, akan mendidik dengan baik anak anaknya, akan menjaga suaminya ketika tidak ada dirumah, juga akan menjaga rumah suaminya. Berbeda dengan istri yang tidak memiliki agama, pasti akan menyeret suaminya dalam kejelekan.”

Sebuah kisah inspiratif yang mendorong seseorang agar menikahi wanita yang memiliki agama.

Berkata Yahya bin Yahya An-Naisabury rahimahullah,

“Suatu hari aku disisi Sufyan bin Uyainah, tiba-tiba datang seorang lelaki, lalu berkata :
“Wahai Abu Muhammad (Sufyan bin Uyainah) hati-hati kamu dari fulanah (istrinya lelaki tersebut) sungguh aku adalah orang yang paling rendah dihadapannya dan yang paling diremehkan !!!.”
Kemudian Sufyan bin Uyainah menganggukkan kepalanya sesaat, lalu berkata :
“Apakah dahulu dirimu meminangnya karena agar dirimu mulia karenanya ?”
Lelaki itu menjawab : “Iya wahai Abu Muhammad.”
Lalu Sufyan mengatakan : “Siapa yang mencari kemuliaan dengan cara menikah, Allah akan uji dengan kerendahan, siapa yang yang menikah karena ingin mendapatkan harta, maka Allah akan uji dengan kefakiran, namun siapa yang menikah untuk mendapatkan agama, Allah akan berikan untuknya kemuliaan dengan harta dan Agama.”

Lalu beliau bercerita tentang dua saudaranya, salah satunya bernama Imran, dia sangat suka dengan kemuliaan nasab, sehingga Ia menikah dengan wanita yang lebih mulia nasabnya, akhirnya Allah uji beliau dengan kerendahan dan kehinaan.

“Saudaraku yang lain bernama Muhammad, dia sangat suka dengan harta, sehingga Ia menikah dengan wanita yang lebih banyak hartanya, namun akhirnya Allah uji dia dengan kefakiran.
Akhirnya aku meminta pandangan dengan Ma’mar bin Rasyid Al-Bashry, lalu beliau menasehatiku dengan mengambil agama sebagai pilihan utama, akhirnya aku menikahi wanita yang memiliki agama, kemudian Allah mengumpulkan untukku, kemuliaan, harta dan agama.”

(Lihat Tahdzibul Kamal karya Al Mizzi :11/194)

Maka wahai sang pemuda, mari kita rubah sudut pandang kita dalam kriteria wanita yang akan kita nikahi, dan wahai muslimah, mari kita belajar agama islam, agar menjadi tumpuan pilihan lelaki yang salih dalam pernikahan yang suci.

Wallahu A’lam Bishawab

 

 

Penulis : Ustdaz Abu Abdillah Imam

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.