Siapakah Dayyuts?

0

Dayyuts sering kita dengar dalam kamus bahasa suami istri tentunya. Siapakah sebenarnya dayyuts sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengharamkan atasnya surga.

 

Beliau bersabda,

ثلاثة لا ينظر اللّه عزّ وجلّ إليهم يوم القيامة : العاقّ لوالديه ، والمرأة المترجّلة ، والدّيّوث

“Tiga orang yang Allah tidak akan melihatnya dihari kiamat, seorang yang durhaka kepada kedua orang tuanya dan wanita yang menyerupai lelaki, serta dayyuts.” (HR. An-Nasai dari Abdullah bin Umar dan disahihkan oleh Syaikh Al Albany)

 

Mari kita simak penjelasan tentang SIAPAKAH DAYYUTS ?

 

Berkata Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah,

أَنَّهُ الَّذِي يُقِرُّ الْخُبْثَ فِي أَهْلِهِ

“Yaitu seseorang yang membenarkan kejelekan terjadi kepada keluarganya.” (Fathul Bari : 10/406)

 

Sifat cuek dan masa bodoh terjadi atas keluarganya, inilah yang dinamakan dayyuts yang Allah Ta’ala tidak akan melihatnya kelak dihari kiamat dengan pandangan rahmat, Wal ‘iyadzubillah.

 

Engkau bagi istrimu dan anak-anakmu adalah tauladan dan contoh. Maka diatas pundakmu tangung jawab mereka untuk engkau bawa selalu dalam kebaikan.

 

Barangkali lebih tegas untuk dikatakan CEMBURU. Benar engkau harus cemburu disaat istrimu berdandan manis dihadapan para lelaki yang  bukan mahramnya.

 

Disaat istrimu menebar pesona dengan seyum manisnya kepada lelaki asing, cemburu, benar engkau harus cemburu dan marah sehingga terdorong untuk menghalangi Istrimu untuk terjatuh kedalam kemaksiatan.

Orang yang tidak memiliki sifat cemburu dialah dayyuts.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah,

والديوث : الذي لا غيْرة له

“Dan dayyust adalah yang  tidak memiliki kecemburuan kepada keluarganya.” (Majmu’ Fatawa : 32/141)

 

Tidak ada istilah berdamai dengan Istri dalam kemaksiatan, karena engkau bukan dalam posisi bernegosiasi dengan istrimu, namun engkau memiliki tanggung jawab untuk menyuruh istrimu meninggalkan kemaksiatan.

 

Komisi Fatwa Ulama Negeri Arab Saudi dengan kepemimpinan Syaikh bin Baz rahimahullah mengomentari pertanyaan tentang dayyuts, mereka mengatakan,

 

أطلق كلمة (الديوث) على كل من أقر الخبث في كل من له ولاية عليه؛ من زوجته وبنته وأخته ونحو ذلك، سواء كان الخبث زنا أو وسائل إلى الزنا، من كشف عورة أمام أجنبي وخلوة به، وتطيب عندالخروج ونحو ذلك مما يثير الفتنة، ويغري بالفاحشة،

 

“Kalimat dayyust itu diberikan kepada setiap yang membiarkan kejelekan terjadi kepada siapa saja yang berada dalam tanggung jawabnya, apakah istrinya, anak perempuannya, saudarinya atau lain sebagainya.”

Apakah kejelekan tersebut itu zina atau wasilah menuju perbuatan zina, apakah dalam bentuk membuka aurat dihadapan lelaki asing dan berduaan dengannya ataukah menggunakan minyak wangi disaat keluar rumah atau lainnya yang akan menimbulkan fitnah. (Lihat soal nomor : 3246)

Mengerikan, bahkan bukan hanya cemburu karena zina, namun cemburu terhadap  perbuatan lain yang menghantarkan kepada zina, Wal ‘iyadhu billah.

 

Mari kita jaga keluarga kita dengan menjadi seorang suami atau ayah yang bertanggung jawab.

 

Barakallahu fikum

 

Penulis : Ustadz Abu Abdillah Imam

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.