Jangan Memotong Kuku dan Rambut

28

Maksudnya adalah bagi Sahibul Qurban ketika memasuki bulan Dzul HIjjah.


Seorang yang akan berqurban, baik telah membeli binatang Qurban atau belum telah dilarang oleh Rasulullah ﷺ untuk mengambil kuku dan Rambutnya sedikitpun.

 

Larangan itu berlaku disaat telah memasuki bulan Dzul Hijjah

 

Rasulullah ﷺ bersabda :

 

مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ فَإِذَا أُهِلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ

 

“Siapa saja yang ingin berqurban dan ketika telah memasuki awal Dzulhijah (1 Dzulhijah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sedikitpun sampai ia berqurban.

( Hr Muslim dari Ummu Salamah Radhiyallahu Anha )

 

Terjadi perselisihan Ulama terkait hukum memotong rambut dan kuku. Dinukil perselisihan itu oleh Al Imam An Nawawi Rahimahullah :

 

Beliau berkata :

وَاخْتَلَفَ الْعُلَمَاء فِيمَنْ دَخَلَتْ عَلَيْهِ عَشْر ذِي الْحِجَّة وَأَرَادَ أَنْ يُضَحِّيَ فَقَالَ سَعِيد بْن الْمُسَيِّب وَرَبِيعَة وَأَحْمَد وَإِسْحَاق وَدَاوُد وَبَعْض أَصْحَاب الشَّافِعِيّ : إِنَّهُ يَحْرُم عَلَيْهِ أَخْذ شَيْء مِنْ شَعْره وَأَظْفَاره حَتَّى يُضَحِّي فِي وَقْت الْأُضْحِيَّة , وَقَالَ الشَّافِعِيّ وَأَصْحَابه : هُوَ مَكْرُوه كَرَاهَة تَنْزِيه وَلَيْسَ بِحَرَامٍ

 

Dan terjadi perbedaan pendapat Ulama bagi yang telah memasuki 10 pertama bulan Dzul HIjjah dan dia ingin berqurban. Berkata Said bin Musayyab dan Rabiah, serta AL Imam Ahmad , ishaq dan Daud juga sebagia Ulama yang bermadzhab Syafii’e : hukumnya Haram untuk memotong rambut dan kuku sampai dia menyembelih binatang qurbannya.

 

Dan berkata Al Imam As Syafiie dan beberapa sahabatnya : hukumnya Makruh dengan tanzih ( anjuran ) dan tidak sampai pada tingkatan Haram. ( Lihat Syarh Muslim )


Penjelasan Al Imam An Nawawi diatas menunjukkan bahwa ada perbedaan  pandangan terkait Hadist Ummu Salamah diatas, namun yang paling baik adalah menghindari dan tidak mengambil sedikitpun dari kuku dan Rambutnya.

 

Apakah akan mengurangi pahala Qurban ?

 

Jawabnya tidak. Baginya untuk meminta ampun kepada Allah dan tidak ada fidyah ataupun selainnya. Dijelaskan hal ini oleh Al Imam Ibnu Qudamah Rahimahullah dalam AL Mughny :  9 / 346 .


Adapun hikmah larangan tersebut adalah agar semua tubuh ini sempurna untuk benar benar dibebaskan dari api neraka. Disebutkan hal ini oleh Al Imam As Syaukany Rahimahullah didalam Nailul Authar : 5 / 133.

Barakallahu Fikum

 

 

Abu Abdillah Imam

Almisk.or.id

════◎❅❦❅◎ ════• 

BERSAMA MENUJU SURGA 

GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK 

_*Join Group : LK/PR#Nama#Asal#No HP*_

*Kirim ke_WA_ : 0853 3810 7669*

Donasi *WAKAF TANAH Madrasah Al Misk* Tahap kedua 

*BNI Syariah 8004400111 an WAKAF Al Misk*

CP : 08116881515 / 085836677889

*Jadikan Hartamu jalan menuju Syurga*

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.