Tata Cara Berwudhu Sesuai Tuntunan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam

210

Mengusap Bagian Kepala

 

Bagian Ke Dua

 

Telah kita sebutkan dalam tulisan yang lalu beberapa hukum yang berkaitan dengan mengusap bagian kepala.

 

Untuk melengkapi pemahasan diatas akan kami sempurnakan dengan beberapa faedah tambahan.

 

Pertama : MENGUSAP KEDUA TELINGA

 

Mengusap kedua telinga hukumnya sunnah. Demikian yang menjadi pendapat mayoritas ulama.

 

Berkata Al-Imam An-Nawawi Rahimahullah,

 

‎قال أبو جعفر محمد بن جرير الطبري في كتابه «اختلاف الفقهاء»: أجمعوا: أن من ترك مسحهما؛ فطهارته صحيحة.

 

Berkata Al-Imam Abu Ja’far Muhammad bin Jarir At Thabary rahimahullah dalam kitabnya Ihktilaful Fuqaha : “Dan mereka (ulama) sepakat bahwa yang meninggalkan mengusap kedua telinga, maka wudhunya sah.” (Al Majmu : 1/446)

 

Berkata Al-Imam Ibnu Qudamah rahimahullah,

 

‎ولا خلاف في أن الأذنين لا يجب مسحهما؛ لأنه لم ينقل ذلك وليسا من الرأس إلا على وجه التبع

 

“Dan tidak ada perbedaan dikalangan ulama, bahwa kedua telinga tidak wajib diusap. Dikarenakan tidak dinukil riwayat dalam hal ini, dan keduanya bukan bagian dari kepala kecuali dalam bentuk taba’iyyah (mengikut).” (Al Mughni : 1/302)

 

Adapun Al-Imam Ishaq bin Rahaweh dan sebagian Ulama Malikiyyah berpendapat bahwa mengusap kedua telinga wajib. Berdalilkan dengan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,

 

‎الأذنان من الرأس

 

“Kedua telinga itu bagian dari kepala.” (HR. Ibnu Majah dari Abdullah bin Zaid)

Yang menjadi dasar dalam perbedaan hukum diatas adalah perbedaan ulama dalam menghukumi hadits diatas, sebagian ulama seperti Syaikh Al Albani rahimahullah mensahihkan hadits diatas, sebagaimana didalam Shahih Ibnu Majah.

 

Namun Wallahu A’lam yang lebih dekat kepada kebenaran adalah lemahnya hadist tersebut. Sehingga tidak bisa dijadikan hujjah dalam masalah ini.

 

Kedua : BAGAIMANA CARA MENGUSAP KEDUA TELINGA ?

 

Telah datang sebuah riwayat dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

 

‎ثم مسح ص برأسه, وأدخل أصبعيه السباحتين في أذنيه ومسح بإبهاميه على ظاهر أذنيه, وبالسباحتين باطن أذنيه, ثم غسل رجليه ثلاثاً

 

“Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengusap kepalanya, dan memasukkan kedua jari telunjukknya kedalam kedua telinganya, lalu mengusap bagian luar telinga dengan ibu jarinya, dan jari telunjuk bagian dalam telinganya, kemudian beliau mencuci kedua kakinya.” (HR. Abu Daud dengan sanad yang Hasan)

 

Berkata Al-Imam An-Nawawi rahimahullah,

 

‎أما حكم المسألة؛ فمسح الأذنين سنة للأحاديث السابقة, والسنة أن يمسح ظاهرهما وباطنهما فظاهرهما مما يلي الرأس وباطنهما مما يلي الوجه.

 

“Adapun hukum masalah diatas (mengusap kedua telinga), maka mengusap kedua telinga itu hukumnya sunnah sesuai dengan hadits yang telah lewat. Dan sunnahnya adalah mengusap bagian luar kedua telinga dan bagian dalamnya juga. Bagian luar adalah apa yang ada disebelah kepala, sedangkan bagian dalamnya adalah apa yang ada disebelah wajah.” (Al Majmu : 1/442)

 

Ketiga : APAKAH MENGUSAP KEDUA TELINGA DENGAN AIR BARU ?

 

Dalam hal ini para ulama berbeda menjadi dua pendapat yang masyhur :

 

Pertama : Madzhab Abu Hanifah dan lainnya, mereka mengatakan bahwa mengusap kedua telingan dengan menggunakan air yang digunakan mengusap kepala.

 

Kedua : Mayoritas Ulama berpendapat bahwa mengusap kedua telinga itu dengan menggunakan air yang baru.

 

Yang menjadi sebab perbedaan pendapat adalah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bayhaqi dari Abdullah bin Zaid :

 

‎أنه رأى النبي ص يأخذ لأذنيه ماءً خلاف الماء الذي أخذه لرأسه

 

Bahwa beliau melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengambil air baru untuk mengusap kedua telinga.

 

Mayoritas ulama mensahihkan riwayat diatas, sehingga mereka berpendapat dengan mengambil Air yang baru.

 

Namun yang benar adalah riwayat tersebut adalah riwayat yang syadz (ganjil/lemah), sedangkan yang sahih adalah apa yang ada didalam riwayat Muslim dari Abdullah bin zaid :

 

‎ومسح برأسه بماءٍ غير فضل يديه,

 

Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengusap kepalanya bukan dengan air yang digunakan untuk mengusap kedua tangannya.

Wallahu A’lam Bishawab, sehingga yang sahih adalah pendapat pertama. Yaitu mengusap kedua telingan dengan air yang tersisa dari mengusap kepala.

 

Berkata Al-Imam Ibnul Mundzir,

 

‎وغير موجود في الأخبار الثابتة التي فيها صفة وضوء رسول الله ص أخذه لأذنيه ماءً جديدً

 

“Dan tidak ada didalam riwayat yang sahih yang menjelaskan sifat wudhunya Rasulullah shallallhu alaihi wasallam bahwa beliau mengambil air yang baru untuk mengusap kedua telinganya.” (1/404)

 

Dan berkata juga Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah,

 

‎: ولم يثبت عنه أنه أخذ لهما ماءً جديداً وإنما صح ذلك عن ابن عمر.

 

“Dan tidak tsabit (shahih) dari Beliau (Rasulullah shallallahu alaihi wasallam) bahwa beliau mengambil air yang baru dalam mengusap kedua telinga, yang sahih adalah dari Abdullah bin Umar.” (Zadul Maadz : 1/195)

Penulis: Ustadz Imam Abu Abdillah

Artikel: https://almisk.or.id

 

 

_____

 

BERSAMA MENUJU SURGA

GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK

Untuk Join Group ketik :

#LK/PR#Nama#Alamat#Umur#NoHP

SMS/WA : +6285338107669

******

Donasikan infaq terbaik anda di : BNI Syariah 800440000 a/n YAYASAN AL MISK untuk Program Pendidikan Al Misk

Donasi Terbaik Anda akan digunakan untuk keperluan Operasional Kajian Ummahat Al Misk dan WAG Al Misk serta Persiapan pembebasan Wakaf Tanah Al Misk

Lihat Update Donasi setiap bulannya di : www.almisk.or.id

untuk konfirmasi donasi : SMS/WA : 0811 688 1515 ( Cut Dewi Ummu Muhammad )

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.