Tata Cara Berwudhu Sesuai Dengan Tuntutan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam

694

BERKUMUR-KUMUR DAN BER ISTINSYAQ

 

 

Berkumur – kumur dalam bahasa Arab dinamakan dengan المضمضة maknanya adalah memasukkan air kedalam mulut dan memutarkannya lalu mengeluarkannya. Sedangkan Al-Istinsyaq adalah memasukkan air kedalam hidung dan mengeluarkannya. Mengeluarkan air dari hidung setelah dimasukkan kedalamnya dinamakan dengan Al-Istintsar.

 

 

Hukum Berkumur-kumur Dan Istinsyaq Dalam Berwudhu

 

 

Para ulama telah berbeda pendapat dalam masalah ini. Dari semua pendapat yang ada, yang lebih dekat kepada dalil adalah bahwa berkumur-kumur dan istinsyaq hukumnya wajib, dengan beberapa argumen :

 

 

1.Mulut dan hidung masuk dalam bagian wajah yang diperintahkan untuk mencucinya.

 

 

Berkata Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah :

 

 

قوله: « والفم والأنف منه » ، أي : من الوجه ؛ لوجودهما فيه فيدخلان في حده ، وعلى هذا فالمضمضة والاستنشاق من فروض الوضوء

 

 

Ucapannya : mulut dan hidung dari nya yaitu dari wajah, dikarenakan keduanya berada didalam wajah, sehingga masuk dalam kategori wajah. Sehingga berkumur-kumur dan memasukkan air kedalam hidung itu termasuk dari kewajiban wudhu. (Syarh Mumti’ : 1/119)

 

 

b. Kebiasaan Rasulullah di dalam melakukan wudhu, dan tidak pernah beliau meninggalkan berkumur-kumur serta istinsyaq ketika berwudhu.

 

 

Berkata Al Imam Ibnu Qudamah rahimahullah :

 

 

وَمُدَاوَمَتُهُ عَلَيْهِمَا تَدُلُّ عَلَى وُجُوبِهِمَا ; لِأَنَّ فِعْلَهُ يَصْلُحُ أَنْ يَكُونَ بَيَانًا وَتَفْصِيلًا لِلْوُضُوءِ الْمَأْمُورِ بِهِ فِي كِتَابِ اللَّهِ

 

 

Dan kebiasaan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menunjukkan bahwa berkumur-kumur dan istinsyaq itu wajib. Karena perbuatan beliau bisa dijadikan sebagai penjelasan dari perintah berwudhu yang diperintahkan di dalam Al-Quran dan Sunnah. (Al-Mughni : 1/83)

 

 

Demikian yang difatwakan oleh Ulama Lajnah Daimah dan juga Syaikh Shalih Al-Fauzan hafidzahullah.

 

 

Berkumur-kumur Setelah Makan-makanan Sebelum Shalat

 

 

Syaikh bin Baz rahimahullah pernah ditanya tentang masalah di atas, beliau menjawab :

 

المضمضة مستحبة من آثار الطعام ولا يضر بقاء شيء من ذلك في أسنانك بحكم الصلاة، لكن إذا كان المأكول من لحم الإبل فلا بد من الوضوء قبل الصلاة؛ لأن لحم الإبل ينقض الوضوء

 

 

Dan berkumur-kumur disunnahkan setelah makan untuk membersihkan sisa sisa makanan, dan tidak mengapa jika dalam shalat tersisa sedikit di dalam mulut dari sisa makanan (jika tidak ditelan,-pent ) kecuali jika yang dimakan adalah daging onta, maka diwajibkan untuk berwudhu sebelum shalat karena daging onta membatalkan wudhu. (Majmu Fatawa Syaikh Bin baz)

 

 

Disunnahkan ketika berkumur-kumur dan memasukkan air kehidung untuk kuat di dalam melakukannnya.

 

 

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda :

 

 

و بالغ في الإستنشاق إلا أن تكون صائما

 

 

“Dan kuatkan di dalam memasukkan air kehidung, kecuali ketika engkau dalam keadaan berpuasa.” (HR. Tirmidzi dan disahihkan oleh Syaikh Muqbil rahimahullah)

 

 

Berkata Al-Imam An Nawawi rahimahullah :

 

و المبالغة في المضمضة و الإستنشاق سنة بلا خلاف

 

 

“Dan mengkuatkan di dalam berkumur-kumur dan  memasukkan air kehidung adalah sunnat dengan kesepakatan Ulama.” (Al-Majmu’ : 1/396)

 

 

Berkata Al-Imam Ibnu Qudamah rahimahullah :

 

 

و إنما ذلك مبالغة مستحبة  في حق غير الصائم

 

 

“Dan mengkuatkan didalam berkumur dan memasukkan air kedalam hidung itu Sunnat bagi yang tidak berpuasa.” (Al Mughni : 1/20)

 

 

Bagaimana mubalaghah di dalam berkumur-kumur dan istinsyaq?

 

 

Mubalaghah adalah dengan memutarkan air sampai kepangkal tenggorokan ketika berkumur-kumur, dan dalam memasukkan air kehidung dengan menghirupkannya sampai mendekati tenggorokan.

 

 

Dianjurkan untuk mendahulukan berkumur-kumur dari memasukkan air kehidung.

 

 

Mayoritas Ulama menyebutkan bahwa dianjurkan dalam berwudhu mendahulukan berkumur-kumur sebelum istinsyaq. Bahkan sebagian Ulama menukil Ijma’, hanya saja terdapat pendapat Ulama yang lain, sebagiamana dinukil dari sebagian Syafi’iyah, yang mensyaratkan didahulukannya berkumur-kumur dari istinsyaq.

 

 

Faidah :

 

 

Perbedaan pendapat di atas membawa  perbedaan jika itu adalah syarat sahnya wudhu, maka tidak sah orang yang mendahulukan istinsyaq dari berwudhu.

 

 

Disunnahkan untuk menggabungkan antara berkumur dan istinsyaq dengan sekali ambilan air.

 

 

Dalilnya adalah hadis Abdullah bin zaid, beliau berkata :

 

 

 

فمضمض و استنثر ثلاثا بثلاث غرفات

 

 

“Kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkumur-kumur dan istinsyaq tiga kali dengan tiga kali ambil air.” (HR. Bukhari dan Muslim )

 

 

Dan juga hadis Abdullah bin Abbas radhiyallahu’anhuma beliau berkata :

 

 

فأخذ غرفة من ماء فمضمض بها و استنشق

 

“Kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengambil satu gayung air, kemudian beliau berkumur-kumur dan istinsyaq.” (HR. Bukhari)

 

 

Dan ini adalah pendapat yang dipilih oleh Al-Imam An Nawawi dan Al-Hafidz Al-Iraqi dan ini yang dinukil dari Al-Imam As-Syafi’i dan yang masyhur dari madzhab Hanabilah.

 

 

Adapun yang dilakukan oleh sebagian orang dengan mengambil air untuk istinsyaq berbeda dengan air yang digunakan untuk  berkumur-kumur, maka itu tidak sesuai dengan dalil yang shahih dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam.

 

 

Apakah diharuskan untuk mengurutkan antara berkumur, istinsyaq dan mengusap wajah?

 

 

Berkata Al-Imam Ibnu Qudamah rahimahullah :

 

 

“Dan tidak wajib untuk tartib antara keduanya (berkumur dan istinsyaq) dan dengan mengusap sisa bagian wajah yang lain. Tetapi tata cara yang disunnahkanya adalah memulai berkumur- kumur, kemudian memasukkan air ke dalam hidung sebelum mencuci wajahnya, dikarenakan semua yang menceritakan wudhu yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam semuanya mengurutkan dengan demikian.” (Al Mughni : 1/121)

Waallahu’alam bissawab

 

Penulis: Ustadz Imam Abu Abdillah

Artikel: https://almisk.or.id

 

 

____

BERSAMA MENUJU SURGA

GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK

Untuk Join Group ketik :

#LK/PR#Nama#Alamat#Umur#NoHP

SMS/WA : +6285338107669

____

Donasikan infaq terbaik anda di : BNI Syariah 800440000 a/n YAYASAN AL MISK untuk Program Pendidikan Al Misk

Donasi Terbaik Anda akan digunakan untuk keperluan Operasional Kajian Ummahat Al Misk dan WAG Al Misk serta Persiapan pembebasan Wakaf Tanah Al Misk

Lihat Update Donasi setiap bulannya di : www.almisk.or.id

untuk konfirmasi donasi : SMS/WA : 0811 688 1515 ( Cut Dewi Ummu Muhammad )

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.