Takdir dan Jenisnya (Bagian 3)

0

Kalau kita melihat beberapa ayat dalam Al-Quran, kita akan mendapatkan bahwa ada beberapa ketetapan Allah (takdir) yang berbeda beda waktunya.

 

Apakah demikian ?

 

Telah kita sebutkan bahwa ketentuan Allah tidak akan berubah, semuanya telah ditentukan oleh Allah dan tidak akan ada perubahan atas ketentuan Allah.

 

Namun, para ulama menjelaskan ada empat ketetapan Allah atas hamba-hamba-Nya, bukan sebagai perubahan namun sebagai penguat atas apa yang sudah ditentukan sebelumnya.

 

Pertama : TAKDIR ‘AMM ( AZALY )

 

Yaitu Allah Ta’ala telah menentukan semua apa yang akan terjadi dialam semesta, dengan ketentuan yang lalu. Tidak ada perubahan dalam ketentuan Allah.

 

Allah Ta’ala berfirman,

 

مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ وَمَا أَنَا بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

 

“Dan tidak akan berubah ketetapan apapun dariKu dan Aku bukanlah Dzat yang mendhalimi hamba Ku.” (QS. Qaf : 76)

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 

إن أول ما خلق الله القلم فقال له: اكتب قال: ما أكتب؟ قال: اكتب القدر ما كان وما هو كائن إلى الأبد

 

“Sesungguhnya makhluk yang pertama Allah ciptakan adalah Al-Qalam (pena), kemudian Allah berfirman : “Tulislah ! , lalu pena berkata : Apa yang aku tulis ?”

Allah ‘azza wa jalla menjawab : “Tulislah segala Ketentuan, tulislah semua yang akan terjadi selama lamanya.” ( HR. Tirmidzi dari Ubadah bin Shamit dan disahihkan oleh Al-Albani)

 

Kedua : TAKDIR UMRY (UMUR MANUSIA)

 

Yaitu ketentuan Allah Ta’ala yang ditetapkan disaat manusia ada diperut ibunya dengan waktu 4 bulan. Disitulah Allah menetapkan rezekinya, ajalnya, nasibnya dan kehidupannya.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

 

إِن أحدكُم يجمع خلقه فِي بطن أمه أَرْبَعِينَ يَوْمًا ثمَّ يكون فِي ذَلِك علقَة مثل ذَلِك ثمَّ يكون فِي ذَلِك مُضْغَة مثل ذَلِك ثمَّ يُرْسل الْملك فينفخ فِيهِ الرّوح وَيُؤمر بِأَرْبَع كَلِمَات بكتب رزقه وأجله وَعَمله وشقي أَو سعيد

 

“Sesungguhnya (fase) penciptaan kalian dikumpulkan dalam perut ibunya selama 40 hari (dalam bentuk) nutfah (sperma), kemudian selama itu (40 hari) menjadi segumpal darah kemudian selama itu (40 hari) menjadi segumpal daging, kemudian diutuslah Malaikat, ditiupkan ruh dan dicatat 4 hal: rezekinya, ajalnya, amalannya, apakah ia beruntung atau celaka.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Masud)

 

Namun perlu kita ketahui, bahwa apa yang Allah tentukan dalam Takdir Umry ini sesuai dengan apa yang Allah tentukan di Lauhul Mahfudz.

 

Ketiga : TAKDIR SANAWY (PERTAHUN)

 

Yaitu ketentuan Allah Ta’ala yang selalu ditetapkan setiap satu tahun sekali. Dan ini juga tidak berbeda dengan apa yang Allah Ta’ala tentukan di Lauhul Mahfudz.

 

Allah Ta’ala berfirman,

 

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (3) فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

 

“Sesungguhnya kami telah menurunkannya di malam yang diberkahi, sesungguhnya kami telah memberikan peringatan. Didalamnya (malam itu) dibagi setiap perkara yang Maha Bijaksana.” (QS. A Dukhan : 3-4)

 

Takdir yang sanawi ini terjadi dimalam turunnya Al-Quran, sebagaimana ayat diatas. Dan kita semua mengetahui bahwa turunnya Al-Quran itu terjadi dimalam Lailatul Qadar.

 

Allah Ta’ala berfirman,

 

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

 

“Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Quran) dimalam Lailatul Qadar.” (QS. Al-Qadar : 1)

 

Dimalam tersebut Allah Subhanahu Wa Ta’ala menentukan semua apa yang akan terjadi selama satu tahun yang akan datang dengan hikmah dan keagungan Allah.

 

Keempat : TAKDIR YAUMI (PERHARI)

 

Allah menentukan setiap hari apa yang akan terjadi.

 

Allah Ta’ala berfirman,

 

يَسْأَلُهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ

 

“Dan semua yang ada dilangit-langit dan dibumi bertanya dan meminta kepadanya, setiap saat Allah berada dalam ketentuan hukumnya (sesuai dengan kehendak Allah).” (QS. Ar-Rahman : 29)

 

Allah menentukan segala sesuatu sesuai dengan kehendak Allah dan hikmahnya. Dan semua jenis takdir diatas hanyalah seperti rincian apa yang telah Allah tetapkan diketentuan yang Azaly, tidak ada yang berubah sedikitpun dari apa yang Allah tetapkan.

 

Allahumma Inna Nas alukas Salamata wal Afiyata fid dien wa Dunya.

 

Penulis : Ustadz Abu Abdillah Imam

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.