Al-Qur’an Adalah Kalam Allah Bukan Makhluk

0

Sudah kita sebutkan dalam pembahasan yang lalu, dalil baik dari Al-Quran atau Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam  dan juga ucapan ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah yang menyatakan bahwa Al-Quran adalah kalam Allah dan bukan makhluk.

Maka dalam kesempatan ini akan kami jelaskan kelompok yang menyelisihi Ahlus Sunnah Wal Jamaah dalam masalah ini.

Pertama : JAHMIYYAH

Kelompok ini memiliki keyakinan bahwa Al-Quran adalah makhluk Allah, dan bukan ucapan/kalam Allah. Kelompok Jahmiyyah dipelopori oleh seorang yang bernama Ja’d bin Dirham, yang telah dihukum mati oleh pemerintah Islam dikala itu yang dilakukan oleh Khalid bin Abdillah Al Qusary rahimahullah di negeri Washith.

Namun dia (Ja’d bin Dirham) telah meninggalkan seorang murid yang “taat” dengan pemikiran sang guru, yang bernama Jahm bin Shafwan.

Melalui Jahm bin Shafwan inilah pemikiran Ja’d bin Dirham tersebar, namun karena Jahm bin Shafwan ini yang berjasa besar dalam menyebarkan pemikiran sesat ini, akhirnya kelompok ini diberikan nama dengan Jahmiyyah, nisbah kepada Jahm bin Shafwan, kemudian Jahm bin Shafwan sendiri telah dibunuh oleh pemimpin negeri dikala itu yang bernama Salim bin Ahwaz, namun pemikirannya telah tersebar dipelosok negeri Islam.

 

Faedah : Ja’d bin Dirham sebagai pelopor pemikiran sesat ini disebutkan bahwa dia mengambil pendapatnya dari seorang wanita yang bernama Aban bin Sam’an dari Talhut bin Ukhti Labid bin A’sham, yang dia ini mengambil pendapatnya dari seorang Yahudi yang bernama Labid bin A’sham, dan perlu diketahui bahwa Labid bin A’sham ini adalah seorang Yahudi, yang pernah menyihir Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, demikian disebutkan oleh Al-Imam Muhammad bin Aman Al-Jami rahimahullah.

Diantara keyakinan yang berbahaya dari kelompok Jahmiyyah ini adalah sebagai berikut :

  1. Menyakini bahwa Allah tidak memiliki nama-nama dan sifat-sifat yang mulia.
  1. Menyakini bahwa Al-Quran adalah makhluk, dan bukan kalam/ ucapan Allah.
  1. Mengingkari beberapa perkara dari hari akhir, seperti As-Shirat, Mizan (timbangan), dan lain sebagainya
  1. Menyakini bahwa surga dan neraka keduanya fana (akan hancur) dan tidak kekal abadi.
  1. Menyakini bahwa manusia tidak memiiki kehendak, semua yang dilakukan olehnya adalah sebuah keterpaksaan yang dipaksa oleh Allah.
  1. Keimanan hanyalah sebuah simbol yang diucapkan, walaupun tidak mengamalkan amalan salih.

 

APAKAH JAHMIYYAH TERMASUK DARI UMMAT ISLAM ?

As-Syaikh Ar-Rajihi dalam Syarah Aqidah Tahawiyyah menyebutkan khilaf ulama tentang kelompok Jahmiyyah, apakah mereka muslim atau kafir, lalu beliau menukil ucapan Al-Imam Ibnul Qayyim dalam Nuniyyah Ibnul Qayyim, beliau mengatakan,

 

ولقد تقلد كفرهم خمسون في

عشر من العلماء في البلدان

 

“Dan sungguh telah menghukumi kekufuran mereka (Jahmiyyah) lima puluh dari sepuluh ulama dalam setiap negeri artinya, lima ratus ulama Islam dari seluruh penjuru negeri bersepakat bahwa Jahmiyyah adalah kelompok yang telah keluar dari Islam.”

Bahkan Al-Imam Hibatullah Al-Lalikai dan sebelumnya Al-Imam At-Thabari rahimahullah telah menghukumi bahwa mereka (Jahmiyyah) telah keluar dari Islam.

 

Semoga Allah melindungi kita dari keyakinan berbahaya tersebut.

 

 

Penulis : Ustadz Abu Abdillah Imam

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.