MENCARI SESEORANG SEBAGAI PANUTAN DAN TELADAN

0
 
Allah ‘azza wajalla berfirman:


لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا


Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
(QS. Al ahzab: 21)
 
Berkata Ibnu katsir rahimahullahu:
Ayat yang mulia ini merupakan landasan penting dalam meneladani rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dalam ucapan, perbuatan dan keadaan beliau ( Tafsir ibnu katsir, 11: 133)
 
Dan berkata Hasan rahimahullahu:
Berkata sekelompok orang pada zaman nabi shallallahu’alai wasallam: “Sesungguhnya kami mencintai rabb kami, maka Allah ta’ala menurunkan ayat ini:
 
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّه…(31)


Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi...(31)
 
Mengikuti dan meneladani Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam adalah menunjukkan kecintaan seseorang kepada Allah ta’ala, karena mengikuti dan meneladani Nabi shallallahu’alaihi wasallam serta berjalan diatas agama beliau yang lurus adalah penyucian jiwa itu sendiri dan tidak mungkin seorang bisa mencapai penyucian jiwa tanpa mengikuti apa yang datang dari rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.
 
Demikian pula, seluruh amal yang tidak dilandasi tuntunan dari nabi shallallahu’alaihi wasallam, maka amalan tersebut tertolak sebagaimana sabda nabi shallallahu’alaihi wasallam:
 
من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد
 
Barangsiapa yang beramal dengan amal yang tidak ada tuntunannya dari kami, maka amal tersebut tertolak.(HR. Muslim no. 1718)
 
Oleh karena itu, wajib bagi orang yang ingin menyucikan jiwanya untuk bersungguh-sungguh mengikuti, mencontoh dan meneladani rasulullahi shallallahu’alaihi wasallam, dan menjauhi berbagai perkara baru (bid’ah) yang diseru oleh pencetusnya bahwa hal itu dapat menyucikan jiwa.
 
Lihat kitab ‘asyru qawaaid fii tazkiyatin nufus karya syaikh Abdurrazzaq bin Abdilmuhsin Albadr, Hal : 20-22 》


Team Fawaid Almisk
Dimuroja’ah oleh ;
Abu Abdillah Imam
Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.