Makna Laaa Ilaha Illallah dan Syarat-Syaratnya

0
Kalimat Tauhid adalah kalimat yang paling mulia dimuka bumi ini.

 

لا إله إلا الله

 

Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah. Itulah yang menyelamatkan seseorang dari siksa neraka dan memasukkan kedalam syurganya.

 

 

Rasulullah ﷺ bersabda :

 

 من كان أخر كلامه لا إله إلا الله دخل الجنة

 

Siapa yang akhir dari ucapannya adalah laa ilaha illallah maka dia akan masuk syurga. ( HR Abu daud dan disahihkan oleh Al Albany )

 

 

Namun kemuliaan kalimat tauhid itu tidak akan dicapai oleh seseorang kecuali dengan mengetahui makna dari kalimat tersebut, dan menjalankan syarat dan konsekwensinya.

 

 

Makna kalimat laa ilaha Ilallah

 

Makna laa ilaha illallah adalah : Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah
Disini perlu kita sebutkan : yang berhak disembah dikarenakan sesembahan dimuka bumi itu banyak, namun hanya Allah yang berhak disembah.

 

 

Allah berfirman :

 

ذَ ⁠لِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡحَقُّ وَأَنَّ مَا یَدۡعُونَ مِن دُونِهِ ٱلۡبَـٰطِلُ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡعَلِیُّ ٱلۡكَبِیرُ

 

Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) yang sebenarnya dan apa saja yang mereka seru selain Allah adalah batil. Dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar. (QS Luqman : 30)

 

 

Sebagian orang memaknakan kalimat tauhid dengan : Tidak ada pencipta selain Allah
Memang benar bahwa tidak ada pencipta selain Allah, namun kalimat tauhid lebih luas maknanya dari apa yang disebut diatas, bahkan inti dari kalimat tauhid tidak tersentuh dari makna diatas, dikarenakan makna utama adalah penjelasan bahwa Allah adalah satu – satunya dzat yang berhak diibadahi, dal Allah wajib untuk diesakan.

 

 

Kenyataan sebagian manusia yang menyakini bahwa Allah itu sang pencipta, namun dalam melakukan ibadah, dia menyekutukannya.

 

Bahkan meminta kepada selain-NYA. Wallahul Mustaan.

 

Kemudian kalimat tauhid itu juga memiliki dua rukun dan Tujuh syarat

 

 

Dua rukun laa ilaha illallah :

 

Kalimat tauhid memiliki dua rukun, yaitu : penafian dan penetapan ( An Nafyu wal Istbat )

 

 

Penafian maksudnya menafikan semua sesembahan yang ada didunia.

 

Penetapan yaitu menetapkan hanya Allah satu-satunya dzat yang wajib diibadahi.

 

 

Seseorang yang mengucapkan kalimat tauhid, wajib untuk menafikan semua bentuk sesembahan dan hanya menetapkan Allah sebagai sesembahan yang Haq. Jika masih ada didalam hatinya kecondongan terhadap sesembahan selain Allah, atau justru menetapkan sebagai tandingan Allah, maka dia belum dianggap sah dalam mengikrarkan kalimat tauhid tersebut.

 

 

Dan kalimat tauhid itu juga memiliki syarat dan konsekwensi. Syarat dan konsekwensi tersebut tersusun dalam sebuah ucapan syair arab :

 

 علم و يقين و إخلاص و صدقك مع         محبة و الإنثياد و القبول لها.

 

Berikut penjelasannya :

 

 

1. Ilmu
Dalam mengucapkan kalimat tauhid harus mengetahui makna yang terkandung didalamnya.
Bukan sekedar mengucapkan namun hatinya bodoh dengan kandungan maknya. Oleh karenanya Allah menyuruh kita untuk mengetahui makna kalimat tersebut dengan firmannya :

 

فاعلم أنه لا إله إلا الله

 

Ketahuilah bahwasanya dia ( Allah ) adalah tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. ( QS Muhammad : 19 )

 

 

2. Yakin tanpa ada keraguan sedikitpun

 

 

Allah berfirman :

 

 إنما المؤمنون الذين أمنوا بالله و رسوله ثم لم يرتابوا 

 

Orang beriman yang sebenarnya adalah orang yang mengimani Allah dan rasulnya kemudian mereka tidak ragu ( QS : Al hujurat : 15 )

 

 

3. ikhlas

 

Makna ikhlas adalah karena Allah dia mengucapkannya, bukan karena sanjungan atau paksaan. Bukan pula karena ambisi dunia. Kalimat tauhid adalah kalimat yang seseorang diwajibkan ikhlas dan tulus dalam mengucapkan dan membelanya. Tidak sedikit manusia yang memiliki pamrih dalam mengucapkan kalimat tersebut.

 

 

Rasulullah ﷺ bersabda :

 

إن الله حرم على النار من قال لا إله إلا الله يبتغي بذلك وجه الله

 

Sesungguhnya Allah mengharamkan atas neraka orang yang mengucapkan laa ilaha Illallah mengharapkan darinya wajah Allah. ( HR Muslim )

 

 

4. Jujur
Jujur artinya apa yang Nampak dari luar dan dalam itu sama. Bukan seperti rang munafik yang menampakkan keislaman namun menyembunyikan kekufuran dan kebencian dengan kalimat tauhid, bahkan menginginkan padamnya cahaya tauhid.

 

 

Rasulullah ﷺ bersabda :

 

 ما من أحد يشهد أن لا إله إلا الله و أن محمدا عبده و رسوله صدقا من قلبه إلا حرمه الله على النار

 

Tidaklah seseorang bersaksi dengan laa ilaha illallah dan muhamamd adalah hamba dan utusannya jujur dari harinya, melainkan Allah mengharamkan atasnya neraka. ( HR Bukhari dan muslim )

 

 

5. cinta
Maknanya adalah mencintai kalimat tersebut melebihi dari dunia dan seisinya. Sehingga ketika terjadi tuntutan antara dirinya dan kalimat Tauhid tersebut, dia akan memilih konsekwensi dari kalimat tersebut dikarenakan kecintaan terhadap kalimat tersebut telah menghunjam kuat dilubuk sanubari hatinya yang paling dalam.

 

 

6. Melaksanakan
Yaitu melakukan semua yang dituntut kalimat tauhid tanpa negosiasi atau tawar menawar. Begitulah kesempurnaan kalimat tauhid

 

 

7. Menerima kandungan maknanya.

 

Dalam mengucapkan kalimat tauhid, kita harus menerima kandungan maknanya dengan penerimaan yang tulus. Makna tulus adalah tidak menjadikan kalimat tauhid hanya sebagai icon dimuka, namun hakikat kesehariannya selalu bertentangan denganya. Apakah dalam kondisi suka dan duka atau senang dan susah, kalimat tauhid menjadi pegangan hidupnya dan sandarannya.
Sebagian ulama ada yang menambahkan syarat ke delapan, yaitu : Kufur dengan kesyirikan dan itu adalah penambahan yang bagus, dikarenakan kalimat laaa ilaha illallah akan menjadi sempurna manakala seseorang mengkufuri sesembahan selain Allah.

 

Allah berfirman :

 

و لقد بعثنا في كل أمة رسولا أن اعبدوا الله و اجتنبوا الطغوت 

 

Dan telah kami utus dalam setiap ummat seorang rasul, untuk mengajak manusia beribadah kepada Allah dan meninggalkan Taghut ( kesyirikan ). ( QS  An Nahl : 36 )

 

 

Semoga Allah melimpahkan kepada kita kekuatan untuk merealisasikan kandungan makna kalimat tauhid Amien Ya Rabbal Alamien.

Penulis: Ustadz Imam Abu Abdillah

Artikel: https://almisk.or.id

____

BERSAMA MENUJU SURGA

GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK

Untuk Join Group ketik:

#LK/PR#Nama#Alamat#Umur#NoHP

SMS/WA : +6285338107669

*****

Donasikan infaq terbaik anda di : BNI Syariah 800440000 a/n YAYASAN AL MISK untuk Program Pendidikan Al Misk

Donasi Terbaik Anda akan digunakan untuk keperluan Operasional Kajian Ummahat Al Misk dan WAG Al Misk serta Persiapan pembebasan Wakaf Tanah Al Misk

Lihat Update Donasi setiap bulannya di : www.almisk.or.id

untuk konfirmasi donasi : SMS/WA : 0811 688 1515 ( Cut Dewi Ummu Muhammad ) atau 085836677889 (Vivie)

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.