Jangan Potong Kuku dan Rambutmu di 10 Dzulhijjah Jika Akan Berqurban

64

 

 

Rasulullah ﷺ telah mengingatkan bagi yang akan berqurban dalam sebuah sabda :

 

 

إِذَا رَأَيْتُمْ هِلَالَ ذِي الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ ، فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ ) رواه مسلم 

 

 

Jika kalian melihat hilal Dzulhijjah dan ada diantara kalian yang akan berqurban, maka janganlah mengambil dari kuku dan rambutnya sedikitpun. ( HR Muslim )

 

Berkata Al Imam Ibnu Qudamah :

 

 

إذا ثبت هذا , فإنه يترك قطع الشعر وتقليم الأظفار , فإن فعل استغفر الله تعالى ، ولا فدية فيه إجماعا , سواء فعله عمداً أو نسياناً

 

 

Jika telah datang dalil diatas, maka hendaknya dia membiarkan untuk tidak memotong rambut dan kuku. Jika ada yang melakukan itu, hendaknya dia beristighfar kepada Allah, dan tidak ada fidyah dengan ijma’ para ulama, apakah dia melakukan hal tersebut dengan sengaja atau tidak. ( Al Mughni : 9 / 346 )

 

Para wanita dibolehkan untuk menyisir rambutnya namun dengan perlahan

 

Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah :

 

 

لكن إذا احتاجت المرأة إلى المشط في هذه الأيام وهي تريد أن تضحي فلا حرج عليها أن تمشط رأسها ، ولكن تكده برفق ، فإن سقط شيء من الشعر بغير قصد فلا إثم عليها

 

 

Tetapi jika wanita butuh untuk menyisir rambutnya dihari – hari ini, dalam keadaan dia akan berqurban, maka tidak mengapa baginya untuk menyisir, tetapi dengan lembut. Jika kemudian terjatuh sebagian rambut tanpa disengaja maka itu tidak dianggap dosa.( Fatawa nur alad Darab : 9 / 58 )

 

Dan berlaku juga bagi lelaki manakala menyisir rambut jenggotnya dan terjatuh beberapa helai, ini tidak dianggap dosa.

 

Larangan tidak berlaku bagi keluarga orang yang berqurban

 

Berkata Syaikh Bin Baz Rahimahullah :

 

 

وأما أهل المضحي فليس عليهم شيء ، ولا يُنهون عن أخذ شيء من الشعر والأظافر في أصح قولي العلماء ، وإنما الحكم يختص بالمضحي خاصة الذي اشترى الأُضحية من ماله

 

 

Adapun keluarga orang yang akan berqurban, mereka tidak ada larangan apapun, dan tidak dilarang sedikitpun untuk mengambil rambut dan kuku serta kulit mereka. Hukum tersebut berlaku hanya bagi yang membeli qurban dari hartanya dan akan berqurban. ( Fatawa Islamiyyah : 2 / 316 )

 

Larangan tersebut berlaku sampai binatang Qurban itu disembelih

 

Didalam Hadist diatas, Rasulullah ﷺ memberikan batasan bolehnya memotong kuku dan rambut dengan sabdanya :

 

فَلَا يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلَا مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّيَ

 

 

Maka janganlah dia mengambil dari rambut dan kukunya sedikitpun sampai dia menyembelih.

 

Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita semua untuk menjaga apa yang telah dilarang oleh Rasulullah ﷺ tersebut.

 

Amien Ya Rabbal Alamien

Penulis: Ustadz Imam Abu Abdillah
Artikel: Almisk.or.id

____

BERSAMA MENUJU SURGA

GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK

Untuk Join Group ketik:

#LK/PR#Nama#Alamat#Umur#NoHP

SMS/WA : +6285338107669

*****

Donasikan infaq terbaik anda di : BNI Syariah 800440000 a/n YAYASAN AL MISK untuk Program Pendidikan Al Misk

Donasi Terbaik Anda akan digunakan untuk keperluan Operasional Kajian Ummahat Al Misk dan WAG Al Misk serta Persiapan pembebasan Wakaf Tanah Al Misk

Lihat Update Donasi setiap bulannya di : www.almisk.or.id

untuk konfirmasi donasi : SMS/WA : 0811 688 1515 ( Cut Dewi Ummu Muhammad ) atau 085836677889 (Vivie)

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.