Arahan pemerintah untuk menahan diri dirumah dan mengurangi aktivitas diluar rumah dipersoalkan oleh sebagian pihak.
Tahukah engkau bahwa upaya pemerintah dalam membendung penyebaran COVID-19 akan menjadi ringan dengan kesadaran masyarakat untuk mengurangi aktivitas diluar dan dikeramaian.
Bukankah Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam telah melarang keluar dari negeri yang terjangkiti wabah Ta’un ? bahkan yang diluar tidak boleh masuk. itu dikarenakan untuk memutus rantai wabah yang melanda.
Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam bersabda :
إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا
Artinya: “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari)
Bukankah bukan sesuatu yang hoax ketika seseorang keluar dari rumahnya dan berinteraksi dengan manusia ramai, sangat besar potensi terkena virus tersebut. kenapa tidak menjaga dirimu dan keluargamu dari kebinasaan yang besar kemungkinannya. Bukankah Allah berfirman :
وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” (QS. An Nisaa’: 29).
Benar , terkadang dirimu kuat dan imunitas tubuhmu mampu menahan virus tersebut. namun dirimu sangat mungkin menjadi pembawa ( Carier ) virus kepada orang terdekatmu.
Bukankah Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam bersabda :
لا ضرر و لا ضرار
Janganlah Engkau membahayakan dirimu dan janganlah engkau membahayakan orang lain ( HR Malik dengan sanad yang sahih
Didalam riwayat Al Hakim dengan sanad yang sahih terdapat tambahan
َمَنْ ضَارَّ ضَرَّهُ اللهُ وَمَنْ شَاقَّ شَقَّ اللهُ عَلَيْه
“Barangsiapa membahayakan orang lain, maka Allâh akan membalas bahaya kepadanya dan barangsiapa menyusahkan atau menyulitkan orang lain, maka Allâh akan menyulitkannya.”
Jangan engkau menyulitkan dirimu, keluargamu dan juga menyulitkan orang lain, namun duduklah dirumahmu dan gunakan kesempatan itu dengan baik untuk merenungi kesalahan dan dosa kita.
Barakallahu fikum
Abu Abdillah Imam