Tata Cara Sujud Bagian Kedua

50

 

 

Telah kita sebutkan dalam tulisan yang lalu bahwa anggota sujud ada tujuh, jidat dan masuk didalamnya hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua ujung jemari kaki.

 

 

Maka pada tulisan kali ini akan kami jelaskan beberapa tata cara sujud yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ :

 

 

1. Dari I’tidal, turun kesujud.

 

 

Setelah ruku dan I’tidal, maka segera turun ketempat sujud.
Para Ulama bebreda pendapat dalam tata cara turun kesujud, apakah mendahulukan kedua telapan tangan, atau kedua lutut.

 

 

Mayoritas ulama berpendapat untuk mendahulukan kedua lutut.
Mereka berdalilkan dengan hadist wail bin hujr beliau berkata :

 

 

رأيت رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا سجد وضع ركبتيه قبل يديه 

 

 

Aku melihat Rasulullah ﷺ ketika akan sujud, mendahulukan kedua lututnya sebelum kedua tangannya. ( HR Ad Darimy )

 

 

 

Namun hadist diatas dilemahkan oleh ulama disebabkan didalam sanadnya ada : Syarik bin Abdillah An Nakha’iy dan hadist diatas  juga mursal sehingga dilemahkan oleh Ulama Hadist.

 

 

Berkata Al Imam Al Bayhaqi Rahimahullah :

 

 

Hadist diatas termasuk dari riwayat syarik yang bersendirian ( tidak diikuti oleh perawi lain )

 

 

Dan disebutkan oleh para Ulama bahwa tidak ada satupun hadist yang shahih dari Rasulullah ﷺ yang menyebutkan bahwa beliau mendahulukan kedua lutut dari kedua tangan.

 

 

 

Al Imam Malik berpendapat untuk mendahulukan kedua tangan sebelum kedua lutut

 

 

Beliau berdalilkan dengan hadist Abu Hurairah beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda :

 

 

 

إذا سجد أحدكم فلا يبرك كما يبرك البعير و ليضع يديه قبل ركبتيه

 

 

Jika kalian akan sujud, maka janganlah kalian menderu seperti menderunya onta. Hendaknya mendahulukan kedua tangan dari kedua lutut. ( HR Ahmad dan selainnya )

 

 

Namun hadist diatas diperbincangankan oleh para ulama didalam kesahihannya.

 

 

Al Imam Al Bukhari mengatakan :

 

Didalam sanadnya ada Muhammad bn Al Hasan bin ziyad. Saya tidak tahu apakah dia mendengar dari Abu Zinad atau tidak dan dia tidak bisa diikuti riwayatnya . ( At Tarikh : 1/139 )

 

 

Artinya didalam sanadnya ada kemungkinan terputus antara Muhammad bin Al Hasan dan gururnya yaitu abu zinad.

 

 

Juga Al Imam Al Bukhari mengisyaratkan dalam sanadnya ada Tafarrud ( periwayatan yang bersendiri ).

 

 

Dan disebutkan oleh Al Imam Ad Daruquthni bahwa Ad Darawurdi bersendirian dalam meriwayatkan hadist diatas dari Muhammad bin Abdillah.

 

 

Dan lebih dari itu, Al Imam Hamzah Al Kinanai mengatakan : Hadist itu Munkar

 

 

Oleh karenanya, penulis lebih condong kepada pendapat ulama yang melemahkan hadist Abu Hurairah diatas. Dan tidak bisa dijadikan hujjah, Wallahu A’lam.

 

 

Oleh karenanya, dikarenakan tidak adanya riwayat yang sahih dari Rasulullah ﷺ yang menyebutkan tentang mana yang didahulukan, maka kembali kehukum asal, boleh mendahulukan kedua tangan atau mendahulukan kedua lutut ketika akan turun untuk sujud

 

Wallahu A’lam Bishowab.

 

 

Penulis: Ustadz Imam Abu Abdillah

Artikel: https://almisk.or.id

____

BERSAMA MENUJU SURGA

GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK

Untuk Join Group ketik:

#LK/PR#Nama#Alamat#Umur#NoHP

SMS/WA : +6285338107669

*****

Donasikan infaq terbaik anda di : BNI Syariah 800440000 a/n YAYASAN AL MISK untuk Program Pendidikan Al Misk

Donasi Terbaik Anda akan digunakan untuk keperluan Operasional Kajian Ummahat Al Misk dan WAG Al Misk serta Persiapan pembebasan Wakaf Tanah Al Misk

Lihat Update Donasi setiap bulannya di : www.almisk.or.id

untuk konfirmasi donasi : SMS/WA : 0811 688 1515 ( Cut Dewi Ummu Muhammad ) atau 085836677889 (Vivie)

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.