Tata Cara Sholat

65

 

Telah disebutkan dalam tulisan sebelumnya bahwa teknis turun kesujud bebas, boleh mendahulukan kedua tangan atau kedua lutut. Tidak ada dalil yang shahih dan sharih menjelaskan apakah kedua tangan dahulu atau kedua lutut. Sehingga kembali kehukum asal, semua boleh.
Pada kesempatan ini akan kita sebutkan beberapa tatacara sujud yang shahih dari Rasulullah ﷺ . kami rangkum dari Kitab Sifat Shalat Rasulullahkarya syaikh Al Albany Rahimahullah. Bagi yang ingin melihat dalilnya dengan jelas, bisa merujuk ke buku diatas.

 

1. Meletakkan kedua telapak tangan sejajar dengan kedua telinga

 

Artinya, ketika sujud, kedua telapak tangan diletakkan sejajar dengan kedua daun telinga, tidak terlalu jauh, tidak pula terlalu dekat. Lihat hadist Wail bin Hujr yang diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad : 4/318  dengan sanad yang shahih.

 

 

2. Benar-benar tuma’ninah disaat sujud

 

Yaitu meletakkan semua anggota sujud yang tujuh pada posisinya dengan baik dan bagus. Baru kemudian diangkat. Lihat Hadist Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Al Imam An Nasai : 2/225 dengan sanad yang shahih.

 

 

3. Ujung jemari kaki diusahakan menghadap kiblat

 

(Sebagaimana didalam hadist Abu Humaid yang diriwayatkan oleh Al Imam Al bukhary : 428 )

 

 

4. Menjadikan kedua telapak tangan tidak tergenggam dan juga tidak terbentang

 

(Sebagaimana didalam hadist Abu Humaid yang diriwayatkan oleh Al Imam Al Bukhari : 828)

 

5. Berusaha untuk stabil didalam sujud, dan tidak meletakkan hastanya sebagaimana anjing melakukannya

 

 

Dikarenakan seseorang ketika malas, terkadang demikian. Bertelekan ketika sujud dengan kedua hastanya kelantai mirip apa yang dilakukan oleh binatang anjing. Dan ini terlarang.
Lihat Hadist Anas bin Malik yang diriwayatkan oleh Al Imam Al Bukhari ( 822 ) dan Muslim ( 493 )

 

6. Menempelkan kedua tumit kaki

 

Sebagaimana didalam hadist Aisyah Radhiyallahu ‘Anha yang diriwayatkan oleh Al Imam Ibnu Huzaimah dengan sanad yang shahih.

 

7. Dianjurkan untuk membentangkan perut dan dada dengan baik. Dan membuka kedua siku semaksimal mungkin

 

Sebagaimana didalam hadist Maimunah dengan riwayat Al Imam Muslim : 496 .

 

 

Faidah:
Bagi seorang makmum, tidak boleh untuk menurunkan badannya untuk sujud, kecuali sang imam sudah menempelkan jidatnya ketanah. Artinya benar benar sempurna dalam sujud.
Kebiasaan kebanyakan masyarakat menurunkan badannya ke tempat sujud bersamaan dengan sujudnya imam, dan ini adalah keliru.

 

Berkata Bara bin ‘Azib Radhiyallahu Anhu :

 

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إذَا قَالَ : سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ : لَمْ يَحْنِ أَحَدٌ مِنَّا ظَهْرَهُ حَتَّى يَقَعَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم سَاجِدًا , ثُمَّ نَقَعُ سُجُودًا بَعْدَهُ

 

Rasulullah ﷺ jika beliau mengatakan : Sami’allahu liman hamidah, tidak ada seorangpun dari kami yang mencondongkan punggungnya untuk sujud sampai Rasulullah ﷺ benar-benar sujud, kemudian kami sujud setelahnya ( HR. Bukhari dan Muslim )

 

Dari hadist di atas menunjukkan seorang makmum wajib untuk menunggu sang imam benar benar sujud,
Barakallahufiikum

 

 

 

Penulis : Ustadz Imam Abu Abdillah

Artikel: https://almisk.or.id

____

BERSAMA MENUJU SURGA

GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK

Untuk Join Group ketik:

#LK/PR#Nama#Alamat#Umur#NoHP

SMS/WA : +6285338107669

*****

Donasikan infaq terbaik anda di : BNI Syariah 800440000 a/n YAYASAN AL MISK untuk Program Pendidikan Al Misk

Donasi Terbaik Anda akan digunakan untuk keperluan Operasional Kajian Ummahat Al Misk dan WAG Al Misk serta Persiapan pembebasan Wakaf Tanah Al Misk

Lihat Update Donasi setiap bulannya di : www.almisk.or.id

untuk konfirmasi donasi : SMS/WA : 0811 688 1515 ( Cut Dewi Ummu Muhammad ) atau 085836677889 (Vivie)

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.