Ketika dirimu mengucapkan Ikrar “Qabiltu” dalam Ijab Qabul pernikahan, maka disaat itu engkau resmi menjadi seorang suami.
Itu bukan hanya sebuah predikat tanpa hakikat.
Rasulullah shalallahu alaihi wasalam telah menjadikanmu sebagai Ra’ien (penanggung jawab) atas sebuah keluarga, maka ingatlah itu.
Allah subhanahuwa ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.” (QS. At Tahrim : 6)
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda,
والرجل راع في أهل بيته ومسؤول عن رعيته
“Seorang lelaki menjadi penanggung jawab di rumahnya, dan akan dimintai tanggung jawab terhadap apa yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Bagaimana seorang dianggap bertanggung jawab ?
Berkata Al-Imam As-Sa’dy rahimahulah,
ووقاية الأنفس بإلزامها أمر الله، والقيام بأمره امتثالا ونهيه اجتنابًا، والتوبة عما يسخط الله ويوجب العذاب، ووقاية الأهل [والأولاد] ، بتأديبهم وتعليمهم، وإجبارهم على أمر الله،
“Yaitu dengan mewajibkan mereka untuk menjalankan syariat Allah, dan melaksanakan perintah Allah serta menjauhi larangannya, bertaubat dari apa yang membuat Allah murkai, dan menyebabkan siksanya, serta menjaga keluarga dan anak-anak dengan mendidik adab kepada mereka dan mengajarkan Ilmu agama, serta memaksa mereka untuk mematuhi perintah Allah.” (Tafsir As Sa’dy)
Di dalam hadits diatas, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mempermisalkan seorang suami dengan kalimat Ra’ien, yang artinya adalah penggembala Kambing, sebagai pelajaran untuk kita, bahwa membawa bahtera rumah tangga seperti seorang penggembala kambing, penuh dengan kesabaran, kelembutan dan rasa tanggung jawab.
Al-Imam An Nawawi berkata dalam Al Majmu Syarh Al Muhadzab,
قال أصحابنا ويأمره الولي بحضور الصلوات في الجماعة وبالسواك وسائر الوظائف الدينية ويعرفه تحريم الزنا واللواط والخمر والكذب والغيبة وشبهها
“Berkata ulama Madzhab (Hanabilah_pent), dan seorang wali memerintahkan anak-anaknya untuk menghadiri shalat berjamaah, bersiwak, dan semua hal yang berkaitan dengan Agama, serta mengenalkan haramnya Zina, Liwath (homoseks), Khamr, Dusta, Ghibah dan lain sebagainya.” (selesai)
Sungguh sebuah tanggung jawab yang mulia, mana kala seorang ayah menjadi sebab anaknya dan keluarganya semuanya masuk kedalam surga. Maka tanamkanlah tanggung jawab itu dalam diri engkau, semoga Allah mengumpulkan kembali kita dan keluarga kita kedalam surgaNya.
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ
“Dan orang yang mereka beriman kemudian diikuti oleh ana-anak mereka dalam keimanan, kami akan mengumpulkan mereka didalam surgaNya dengan anak-anaknya.” (QS. At Thur : 21)
Penulis: Ustadz Imam Abu Abdillah
Artikel: almisk.or.id
____
BERSAMA MENUJU SURGA
GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK
Untuk Join Group ketik:
#LK/PR#Nama#Alamat#Umur#NoHP
SMS/WA : +6285338107669
*****
Donasikan infaq terbaik anda di : BNI Syariah 800440000 a/n YAYASAN AL MISK untuk Program Pendidikan Al Misk
Donasi Terbaik Anda akan digunakan untuk keperluan Operasional Kajian Ummahat Al Misk dan WAG Al Misk serta Persiapan pembebasan Wakaf Tanah Al Misk
Lihat Update Donasi setiap bulannya di : www.almisk.or.id
untuk konfirmasi donasi : SMS/WA : 0811 688 1515 ( Cut Dewi Ummu Muhammad ) atau 085836677889 (Vivie)