Tata Cara Berwudhu Sesuai Tuntunan Rasulullah Shalallahu Alahi Wasallam

199

Mengusap kepala

 

 

Bagian Ke tiga

 

 

Pembaca yang kami muliakan, telah kita sebutkan dalam tulisan yang lalu bagaimana mengusap kedua telinga ketika mengusap kepala.

Pada kesempatan kali ini akan kami sambung dengan perkara yang berkaitan dengan mengusap diatas Imamah.

 

 

Imamah  artinya adalah apa yang menutupi kepala, atau apa yang melingkar diatas kepala dari kain. Dalam istilah dinegeri kita dinamakan dengan Sorban.

Adapun hukum menggunakan Imamah ( Sorban ) adalah perkara Jibiliyyah ( Adat Istiadat ) tidak sampai dihukumi Sunnat. Namun perlu diketahui bersama bahwa Rasulullah Shallalahu Alaihi Wasallam sering menggunakannya.

 

 

 

Telah datang dari Sahabat  ‘Amr bin Harits beliau berkata :

 

 

أنَّ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ خطب الناسَ وعليه عمامةٌ سوداءُ

 

 

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah berkhutbah di hadapan orang-orang dengan memakai sorban hitam di kepalanya” (HR. Muslim)

 

 

Sehingga jika seseorang menggunakan Sorban dalam Rangka Taassiy ( mencontoh ) perbuatan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, maka In sya Allah akan mendapatkan Pahala atas perbuatannya.

Demikian yang dirajihkan oleh Syaikh Al Albany dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahumullah.

 

 

Hukum mengusap kepala yang menggunakan Imamah ( sorban )

Diantara perkara yang dilakukan Rasulullah adalah mengusap diatas Imamah ( Sorban ) dikala berwudhu.

 

 

dari Al Mughirah bin Syu’bah beliau berkata :

 

 

أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ توضأ . فمسح بناصيتِه . وعلى العمامَةِ . وعلى الخُفَّينِ

 

 

“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah berwudhu beliau mengusap jidatnya dan imamah-nya serta mengusap kedua khuf-nya” (HR. Muslim)

 

 

Oleh karenanya Hadist diatas dijadikan dalil oleh Ulama Madzhab Hanabilah dan Dhahiriyyah untuk membolehkan mengusap diatas Imamah ( sorban ).

Bahkan diriwayatkan dari Abu bakar As Shiddieq dan Umar bin Khattab serta anas bin malik dan Abu Umamah Al Bahily Radhiyallahu Anhum bahwa mereka mengusap diatas Sorban mereka.

 

 

Bahkan didalam hadist Amr bin Umayyah Ad Dhamry beliau berkata :

 

 

رأيت رسول الله ص يمسح على عمامته وخفيه

 

 

Aku melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengusap diatas Imamah ( Sorban ) dan kedua Khufnya. ( Hr Bukhari : 204 )

 

 

Sehingga dengan ini apa yang dinukil dari Ulama Malikiyyah dan Syafiiyah bahwa mengusap diatas kepala tidak dianjurkan, telah terbantah dengan riwayat yang sangat banyak dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

 

Wallahu A’’lam Bishowab.

 

 

BAGAIMANA BENTUK SORBAN YANG BISA DIUSAP KETIKA BERWUDHU ?

 

 

Madzhab Hanabilah ( Al Imam Ahmad ) mensyaratkan tentang sorban yang bisa diusap adalah sorban yang menutup bagian kepala kecuali apa yang mesti terbuka. Demikian yang disebutkan oleh Al Imam Ibnu Qudamah Rahimahullah.

Namun pendapat yang lebih dekat kepada kebenaran adalah tidak ada ketentuan khusus didalam bentuk Imamah yang diusap.

 

 

 

Berkata Al Imam Mubarakfury Rahimahullah :

 

 

 

وأما هذه الشرائط التي ذكرها ابن قدامة؛ فلم أر ما يدل على ثبوتها من الأحاديث الصحيحة، والله أعلم.

 

 

Adapun syarat – syarat yang disebutkan oleh Al Imam Ibnu Qudamah Rahimahullah, tidak aku dapatkan dalil yang mendasarinya dari Hadist – hadist yang Sahih. ( Tuhfatul Ahwadzi : 1/348 )

 

 

Dan ini adalah pendapat yang dikuatkan oleh Al Imam Ibnu Taimiyyah dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahumullah.

 

Lihat Majmu Fatawa : 21/186 dan Syarh bulughul Maram karya Ibn Utsaimin : 1/318 .

 

DALAM MENGUSAP IMAMAH TIDAK DISYARATKAN SEMUA BAGIAN IMAMAH ( SORBAN )

 

 

 

Berkata Al Imam Al Mardawi Rahimahullah :

 

 

قوله: ويجزيه مسح أكثرها: هذا المذهب, وعليه الجمهور, وجزم به كثير منهم,

 

 

Ucapan Al Muallif : dan dibolehkan mengusap sebagian besar Imamah ( sorban ), ini adalah pendapat Madzhab Kami ( Hanbaliyah )  dan ini adalah pendapat Jumhur Ulama. Dan telah ditetapkan oleh kebanyakan Ulama. ( Al Inshaf : 1/140 )

 

 

TIDAK DISYARATKAN SORBAN TERSEBUT DIPAKAI DALAM KEADAAN SUCI.

 

 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam hal ini berpendapat tidak disyaratkan, dengan alasan tidak adanya nash dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam yang mensyaratkan hal tersebut.

Demikian juga Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin. Dan ini adalah pendapat Madzhab Dhahiriyyah.

 

 

Kesimpulan :

 

 

Ketika berwudhu, dalam mengusap kepala, dibolehkan seseorang jika disaat berwudhu dalam keadaan menggunakan Imamah ( sorban ) untuk tidak melepas sorbannya dan hanya mengusap diatas sorbannya dan kedua telinganya.

Wallahu A’lam Bishowab

 

Penulis: Ustad Abu Abdillah Imam

Artikel: https://almisk.or.id

 

 

____

BERSAMA MENUJU SURGA

GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK

Untuk Join Group ketik :

#LK/PR#Nama#Alamat#Umur#NoHP

SMS/WA : +6285338107669

*****

Donasikan infaq terbaik anda di : BNI Syariah 800440000 a/n YAYASAN AL MISK untuk Program Pendidikan Al Misk

Donasi Terbaik Anda akan digunakan untuk keperluan Operasional Kajian Ummahat Al Misk dan WAG Al Misk serta Persiapan pembebasan Wakaf Tanah Al Misk

Lihat Update Donasi setiap bulannya di : www.almisk.or.id

untuk konfirmasi donasi : SMS/WA : 0811 688 1515 ( Cut Dewi Ummu Muhammad )

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.