Kebiasaan wanita terkhusus disaat momen tertentu seperti pernikahan dan lain sebagainya dengan memanjangkan baju atau roknya dengan sangat panjang adalah kebiasaan yang keliru.
Dari Ummu salamah Radhiyallahu Anha, pernah ditanyakan kepada Rasulullah ﷺ kain yang menjulur dikaki para wanita.
Beliau menjawab :
يُرْخِينَ شِبْرًا
Panjangkan dengan satu jengkal
Ummu salamah mengatakan : Ya Rasulullah jika demikian, maka akan tersingkap kaki mereka,
Lalu beliau menjawab :
ترخي ذراعا و لا تزيد عليه
Dia memanjangkan satu Hasta, dan jangan lebih dari itu ( HR. An Nasai dengan sanad yang Shahih )
Dari Hadits diatas, menunjukkan bahwa memanjangkan ujung pakaian wanita melebihi satu Hasta dari ujung kakinya telah dianggap melanggar batas yang telah ditentukan oleh Rasulullah ﷺ dikarenakan beliau melarang lebih dari satu hasta.
Syaikh Ibnu Baz Rahimahullah pernah ditanya tentang model pakaian seperti diatas, beliau menjawab :
السنة أن تضفي ثوبها شبرا، ولا تزيد على ذراع لأجل الستر وعدم إظهار القدمين.
وأما الزيادة على ذراع فمنكر للعروس أو غيرها لا يجوز، وهذا إضاعة للأموال بغير حق في الملابس ذات الأثمان الغالية
Yang sesuai Sunnah adalah melebihkan ujung Pakaiannya satu jengkal dari kaki, atau tidak melebihi satu Hasta agar tidak tampak kedua kakinya.
Adapun melebihi satu Hasta maka itu adalah kemungkaran baik itu baju pengantin atau selainnya, itu tidak boleh.
Dan itu termasuk membuang buang harta tidak pada tempatnya didalam membeli pakaian yang sangat mahal Harganya. ( Lihat Fatawa Ibnu Baz : 4/121 )
Oleh karenanya, setiap wanita yang bertaqwa kepada Allah dan menghindari apa yang telah dilarang oleh Rasulullah ﷺ dikarenakan itu akan membawa kepada kemurkaan Allah.