Bentuk Kesyirikan Dalam Tauhid Rububiyyah

134

 

Sudah kita ketahui bahwa setiap muslim wajib untuk menyakini Tauhid Rububiyyah. Bahwa Allah ta’ala dzat yang menciptakan dan memberi rezeki serta mengatur alam semesta.
Suatu hal yang justru diyakini oleh mayoritas musyrikin zaman dahulu, namun diingkari oleh sebagian manusia dizaman sekarang ini.

 

 

Pada tulisan kali ini kami ingin memberikan contoh bagaimana bentuk penyelewengan manusia dari Tauhid Rububiyyah, sebagaimana Allah berfirman :

 

و ما يؤمن أكثرهم بالله إلا و هم مشركون

 

 

Dan tidaklah mereka beriman kebanyakannya kepada Allah melainkan mereka mensekutukannya. ( QS Yusuf : 106 )

 

Diantara bentuk penyimpangan manusia dalam Tauhid Rububiyyah adalah :
Tiyarah

 

Thiyarah diambil dari kata : Thairun artinya burung.
Orang musyrik zaman dahulu ketika akan melakukan perjalanan safar, mereka mencoba untuk meramal nasib perjalanan mereka dengan burung. Jika terbang kearah kanan, maka pertanda bahwa perjalanan mulus dan lancar, namun jika tidak pertanda malapetaka yang akan mereka hadapi, sehingga mereka menunda perjalanan mereka.

 

Ini adalah salah satu bentuk syirik dalam Tauhid Rububiyyah, Karena mereka menganggap burung memiliki andil dalam keselamatan padahal tidak ada yang bisa memberi keselamatan kecuali Allah Ta’ala.

 

 

Rasulullah ﷺ bersabda :

 

الطيرة شرك .. الطيرة شرك .. و ما منا إلا و لكن الله يذهبه بالتوكل

 

 

Thiyarah adalah syirik, Thiyarah adalah syirik, dan tidaklah kita kecuali pernah dihantui dengan itu, namun Allah menghilangkannya dengan Tawakkal. ( HR Abu Daud dengan sanad yang Shahih )

 

 

Didalam riwayat yang lain, Rasulullah ﷺ  bersabda :

لا عدوى و لا طيرة و لا هامة و لا صفر

 

 

Tidak ada penyakit menular ( kecuali dengan izin Allah ) dan tidak ada thiyarah, tidak ada burung yang mempengaruhi nasib jelek manusia, dan tidak ada kejelekan dibulan safar. ( HR Muslim )

 

 

Dua hadist diatas menunjukkan bahwa  seorang muslim tidak boleh menyandarkan nasib baik dan buruknya kepada selain Allah. Dituntut untuk berawakkal kepada Allah semata tidak kepada selainnya.

 

 

Sebagian manusia menyakini bahwa jika ada anjing yang menggonggong ditengah malam, maka itu pertanda akan ada kematian, atau jika muncul binatang atau hewan misterius, lalu menyangka akan muncul musibah dan malapetaka.
Ini adalah salah satu bentuk Thiyarah ( mengadu nasib ) dan Tasyaaum. Dan ini hukumnya syirik.

 

 

Ada juga manusia yang harus menghitung hari Baik untuk menentukan waktu acara pernikahan anak tercintanya, dengan anggapan akan memberikan efek kebaikan dalam kehidupan mereka kelak.

 

 

Jika seseorang pernah terbetik dibenaknya hal seperti itu, segera mengatakan sesuai anjuran Rasulullah ﷺ :

 

اللهم لا خير إلا خيرك و لا طير إلا طيرك و لا إله غيرك

 

 

Allahumma laa Khaira illa khairuka, wa la Thaira illa Thairuka wa laa ilaha ghairuka

 

 

Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan darimu, dan tidak ada nasib yang baik kecuali darimu, dan tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Engkau. ( HR Ahmad dan disahihkan oleh Syaikh Al Albany )

 

Semoga Allah memberikan kemudahan untuk meninggalkan segala bentuk kesyirikan, Amien Ya Rabbal Alamien.

Penulis: Ustadz Imam Abu Abdillah

Artikel: https://almisk.or.id

____

BERSAMA MENUJU SURGA

GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK

Untuk Join Group ketik:

#LK/PR#Nama#Alamat#Umur#NoHP

SMS/WA : +6285338107669

*****

Donasikan infaq terbaik anda di : BNI Syariah 800440000 a/n YAYASAN AL MISK untuk Program Pendidikan Al Misk

Donasi Terbaik Anda akan digunakan untuk keperluan Operasional Kajian Ummahat Al Misk dan WAG Al Misk serta Persiapan pembebasan Wakaf Tanah Al Misk

Lihat Update Donasi setiap bulannya di : www.almisk.or.id

untuk konfirmasi donasi : SMS/WA : 0811 688 1515 ( Cut Dewi Ummu Muhammad ) atau 085836677889 (Vivie)

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.