Aqidah Al Imam Muhammad Bin Ismail Al Bukhari Rahimahullah

179

Berkata Al Imam Al Bukhary Rahimahullah :

 

 

و يحثون على ما كان عليه النبي صلى الله عليه و سلم و أصحابه . لقوله : وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِي مُسۡتَقِيمٗا فَٱتَّبِعُوهُۖ وَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمۡ عَن سَبِيلِهِۦۚ ذَٰلِكُمۡ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَتَّققُونَ ( الأنعام : 153 )

 

 

Dan ( Mereka ) menganjurkan untuk mengikuti apa yang diyakini oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Salam dan Sahabatnya, dikarenakan Allah berfirman :

Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. ( QS Al An’am : 153 )

 

 

Penjelasan :

Al Imam Al Bukhari Rahimahullah ingin menjelaskan bahwa konsep beragama Islam adalah dengan mengembalikan kepada Apa yang diyakini oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan Sahabatnya. Dan ini adalah perkara yang sangat penting dari beberapa sisi :

 

 

1.  Mereka adalah generasi terbaik Ummat islam yang telah direkomendasikan oleh Allah Didalam Ayat ayatnya

 

 

Allah Berfirman :

 

 

لِلۡفُقَرَآءِ ٱلۡمُهَٰجِرِينَ ٱلَّذِينَ أُخۡرِجُواْ مِن دِيَٰرِهِمۡ وَأَمۡوَٰلِهِمۡ يَبۡتَغُونَ فَضۡلٗا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٰنٗا وَيَنصُنصُرُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّٰدِقُونَ

وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلۡإِيمَٰنَ مِن قَبۡلِهِمۡ يُحِبُّونَ مَنۡ هَاجَرَ إِلَيۡهِمۡ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمۡ حَاجَةٗ مِّمَّآ أُوتُواْ وَيُؤۡثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ وَلَوۡ كَانَ بِهِمۡ خَصَاصَةٞۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفۡسِهِۦ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ

 

 

(Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar.

 

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung ( QS Al Hasyr : 8 – 9 )

 

 

2.  Memahami Agama dengan apa yang diyakini oleh Rasulullah Shallallahu ALaihi Wasallam dan Sahabatnya adalah ciri yang melekat kepada Golongan yang selamat.

 

 

Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memberitahukan adanya perpecahan ditubuh Ummat Islam menjadi 73 golongan yang semuanya dineraka, lalu beliau membuat pengecualian :

 

 

ما أنا عليه  و أصحابي

 

 

Apa yang aku ada diatasnya dan Sahabatku ( HR Tirmidzi dan disahihkan oleh Syaikh Al Albany Rahimahullah )

 

 

3.  Allah menjadikan Keimanan Shahabat sebagai barometer dan tolak ukur dalam mengartikan Nama Hidayah.

 

 

Allah berfirman :

 

 

َإِنۡ ءَامَنُواْ بِمِثۡلِ مَآ ءَامَنتُم بِهِۦ فَقَدِ ٱهۡتَدَواْۖ وَّإِن تَوَلَّوۡاْ فَإِنَّمَا هُمۡ فِي شِقَاقٖۖ فَسَيَكۡفِيكَهُمُ ٱللَّهُۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ

 

 

Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( QS AL Baqarah : 137 )

 

 

4.  Bahkan Allah memberikan hukuman bagi mereka yang menyelisihi jalan Rasulullah dan Sahabatnya.

 

 

Allah berfirman :

 

وَمَن يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَآءَتْ مَصِيرًا

 

Dan barangsiapa menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalannya orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali. [An Nisa’:115].

 

 

5.  Mereka adalah Sebaik Baik generasi dengan Rekomendasi dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

 

 

Beliau bersabda :

 

 

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

 

 

Sebaik-baik manusia adalah generasiku (yaitu generasi sahabat), kemudian orang-orang yang mengiringinya (yaitu generasi tabi’in), kemudian orang-orang yang mengiringinya (yaitu generasi tabi’ut tabi’in) ( HR Bukhari )

 

 

Ayat yang disebutkan oleh Al Imam Al Bukhary sangat jelang menunjukkan bahwa Jalan yang lurus adalah apa yang telah digariskan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kepada para sahabatnya. Disitulah kebahagiaan dan keselamatan.

 

 

Berkata Al Imam As Sa’dy Rahimahullah :

 

 

فَاتَّبِعُوهُ} لتنالوا الفوز والفلاح، وتدركوا الآمال والأفراح. {وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ} أي: الطرق المخالفة لهذا الطريق {فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ} أي: تضلكم عنه وتفرقكم يمينا وشمالا فإذا ضللتم عن الصراط المستقيم، فليس ثم إلا طرق توصل إلى الجحيم.

 

 

Kalian Ikutilah Jalan yang lurus itu agar mendapatkan kemenangan dan keberuntungan, dan kalian akan mencapai cita-cita kalian dan kegembiraan.

 

Dan janganlah kalian mengikuti jalan jalan yang lain, yaitu jalan yang menyeleweng dari jalan Rasulullah dan Para Shahabatnya, maka kalian akan berpecah belah dari jalannya, Yaitu kalian akan tersesat dan tercerai berai kekanan dan kekiri.

 

Dan jika kalian telah tersesat dari jalan yang lurus maka tidak ada pilihan lain kecuali menuju Neraka Jahim. ( Tafsir As Sa’dy )

 

 

Ketahuilah bahwa kebenaran adalah apa yang dianggap benar oleh Mereka ( Rasulullah dan Shahabatnya )

 

 

Ketika Abdullah bin Abbas mendatangi orang khawarij untuk menasehati mereka beliau berkata :

 

 

أَتَيْتُكُمْ مِنْ عِنْدِ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُهَاجِرِينَ وَاْلأَنصَارِ وَ مِنْ عِنْدِ ابْنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَ صِهْرِهِ وَعَلَيِههِمْ نَزَلَ الْقُرْآنُ, فَهُمْ أَعْلَمُ بِتَأْوِيْلِهِ مِنْكُمْ, وَ لَيْسَ فِيْكُمْ مِنْهُمْ أَحَدٌ

 

 

Aku datang kepada kamu dari sahabat-sahabat Nabi, orang-orang Muhajirin dan Anshar, dan dari anak paman Nabi dan menantu Beliau (yakni Ali bin Abi Thalib). Al Qur’an turun kepada mereka, maka mereka lebih mengetahui tafsirnya daripada engkau. Sedangkan diantara kalian tidak ada seorangpun (yang termasuk) dari sahabat Nabi ( HR Abdurazzaq dalam Mushannafnya )

 

 

Maka jangan Jadikan Akal fikiran dan Tradisi keseharian kita untuk menghakimi Apa yang telah digariskan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan Parasahabatnya didalam Jalan Yang lurus.

 

 

Semoga Allah memberikan Taufiq dan Inayah Nya, Amien Ya Rabbil Alamin

 

 

 

Penulis: Ustadz Imam Abu Abdillah

Artikel: https://almisk.or.id

 

 

 

____

BERSAMA MENUJU SURGA

GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK

Untuk Join Group ketik:

#LK/PR#Nama#Alamat#Umur#NoHP

SMS/WA : +6285338107669

*****

Donasikan infaq terbaik anda di : BNI Syariah 800440000 a/n YAYASAN AL MISK untuk Program Pendidikan Al Misk

Donasi Terbaik Anda akan digunakan untuk keperluan Operasional Kajian Ummahat Al Misk dan WAG Al Misk serta Persiapan pembebasan Wakaf Tanah Al Misk

Lihat Update Donasi setiap bulannya di : www.almisk.or.id

untuk konfirmasi donasi : SMS/WA : 0811 688 1515 ( Cut Dewi Ummu Muhammad ) atau 085836677889 (Vivie)

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.