Cinta terkadang menjadi buta, dan benci terkadang memperbudak diri sendiri
Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anh beliau berkata :
اَحْبِبْ حَبِيْبَكَ هَوْنَا مَا٬عَسیٰ اَن يَكُوْنَ بَغِيْضَكَ يَوْمَا مَا٬وَ اَبْغضْ بَغِيضَكَ هَوْنَا مَا عَسیٰ اَن يَكُوْنَ حَبِيْبَكَ يَوْمَا مَا.
“Cintailah orang yang engkau cintai sekedarnya saja, mungkin suatu hari nanti dia akan menjadi musuhmu.
Dan bencilah orang yang engkau benci sekedarnya saja, mungkin suatu hari nanti dia akan menjadi kekasihmu “.
Perkataan beliau : هونا ما (sekedarnya): yang dimaksud adalah tidak berlebihan didalamnya. Seorang hamba tidak boleh berlebihan didalam kecintaan dan kebencian.
Barangsiapa yang mencintai seseorang, dia diperintahkan untuk ada pada dirinya keseimbangan didalam kecintaannya, dan barangsiapa yang membenci seseorang maka dia diperintahkan untuk ada pada dirinya keseimbangan di dalam kebencian tersebut.
Kita diperintahkan untuk bersikap adil di dalam mencintai seseorang, supaya tidak menyesal dan bersikap adil di dalam kebenciannya supaya dia tidak merasa malu, jika dia berlebihan di dalam kecintaannya kemudian dia membencinya, maka dia akan mendapatkan penyesalan yang sangat, disebabkan berlebihannya dia di dalam kecintaannya.
Dan barangsiapa yang membenci seseorang secara berlebihan kemudian dia mencintainya maka dia akan merasa malu.
Maka barangsiapa yang menginginkan keselamatan pada hatinya, dan kebaikan terhadap dirinya serta kesucian terhadap jiwanya, hendaknya jiwanya terus menerus menjaga keseimbangan di dalam kecintaan dan kebencian.
Diantara hal yang dapat membantu seseorang agar dapat bersikap adil di dalam mencintai dan membenci :
Seseorang harus menjadikan kecintaan dan kebencian karena Allahﷻ dan membencinya karena Allah ﷻ, dia mencintai sesuai dengan syariat dan membenci sesuai dengan syariat, adapun orang yang bersikap bersamaan dengan hawa nafsunya, maka dia telah menjerumuskan dirinya di dalam lubang sangat kecil dari kejelekan.
Dampak dari kejelekan tersebut adalah :
Seseorang terkadang melampaui batas di dalam kecintaannya tanpa adanya sebab yang syar’i, maka rasa cinta tersebut berbalik menjadi rasa benci, atau kebencian tanpa adanya sebab yang syar’i kemudian berbalik menjadi rasa cinta.
Maka hal yang dapat menyelamatkan seorang hamba dari kerusakan-kerusakan tersebut:
Hendaknya hal tersebut berputar bersamaan dengan kehendak Allah ﷻ, dengan menjadikan rasa cinta karena Allah dan kebencian karena Allah.
( Lihat kitab : Al -ghurar min Mauqifil Atsar karya Syaikh Shalih Al-Ushaimy,hal : 23-25 )
Team Fawaid Al Misk
Dimurojaah oleh Abu Abdillah Imam
____
BERSAMA MENUJU SURGA
GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK
Untuk Join Group ketik:
#LK/PR#Nama#Alamat#Umur#NoHP
SMS/WA : +6285338107669
*****
Donasikan infaq terbaik anda di : BNI Syariah 800440000 a/n YAYASAN AL MISK untuk Program Pendidikan Al Misk
Donasi Terbaik Anda akan digunakan untuk keperluan Operasional Kajian Ummahat Al Misk dan WAG Al Misk serta Persiapan pembebasan Wakaf Tanah Al Misk
Lihat Update Donasi setiap bulannya di : www.almisk.or.id
untuk konfirmasi donasi : SMS/WA : 0811 688 1515 ( Cut Dewi Ummu Muhammad ) atau 085836677889 (Vivie)