Suamimu

0

Lelaki yang  luar biasa bagimu.

Kadang seorang wanita menjadikan suaminya sebagai lelaki yang biasa saja baginya. Ini keliru wahai saudariku muslimah. Suamimu adalah lelaki yang luar biasa bagimu.

 

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bertemu dengan seorang wanita, kemudian beliau bertanya  kepadanya: “Apakah kamu mempunyai suami?” ia menjawab, “Ya.” Beliau bertanya lagi: “Bagaimanakah sikapmu terhadapnya?

 

Ia menjawab, “Saya tidak pernah mengabaikannya, kecuali terhadap sesuatu yang memang aku tidak sanggup.”

 

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

فَانْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ فَإِنَّمَا هُوَ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ

“Perhatikanlah posisimu terhadapnya. Sesungguhnya yang menentukan surga dan nerakamu terdapat pada (sikapmu terhadap) suamimu.” (HR. Ahmad dengan Sanad yang Sahih)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjelaskan bahwa syurga dan neraka seorang istri tergantung dengan suaminya.

 

Dalam riwayat yang lain, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

لإِذَا صَلَّتْ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Apabila seorang istri melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan ta’at kepada suaminya, niscaya akan dikatakan kepadanya; ‘Masuklah kamu ke dalam syurga dari pintu mana saja yang kamu inginkan” (HR Ahmad dengan Sanad yang Shahih)

 

Syurgamu wahai sang istri berada didalam ketaatan kepada suamimu.

 

Dalam Hadist yang lain, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menggambarkan betapa agungnya hak suami atas istri dengan sabdanya :

لَوْ أَمَرْتُ أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا 

“Sekiranya aku boleh memerintahkan seseorang sujud kepada orang lain, maka akan aku perintahkan seorang isteri sujud kepada suaminya (HR Tirmidzi dengan Sanad yang Sahih)

 

Wahai para istri, sehebat apapun dirimu, sekaya apaun hartamu, semulia apapun nasabmu, engkau tetap sebagai seorang istri yang terhormat.

 

Walaupun suamimu adalah seorang yang miskin dan papa, namun bukan menjadi alasan dirimu merendahkannya, atau bahkan mencelanya, dia adalah Suamimu. Jika dirinya membutuhkanmu maka engkau harus merelakannya, walaupun engkau berada diatas kendaraan unta.

 

Penulis: Ustadz Imam Abu Abdillah

Artikel: almisk.or.id

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.