Hukum Lelaki Mengirimkan Salam Untuk Wanita

0

Hukum asal dalam hal ini adalah mubah. JIKA AMAN DARI FITNAH.

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada istri beliau tercinta,

 

يَا عَائِشَةُ هَذَا جِبْرِيلُ يَقْرَأُ عَلَيْكِ السَّلامَ»، فَقَالَتْ: وَعَلَيْهِ السَّلامُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ.وليس عند مسلم زيادة« وَبَرَكَاتُهُ

 

“Wahai Aisyah, ini Jibril datang padaku mengucapkan salam untukmu.”

Aisyah menjawab : “Dan kepadanya kembali keselamatan dan rahmat Allah serta keberkahannya.”

 

Dalam riwayat muslim tidak ada tambahan “wabarakatuh”.

 

Berkata Al-Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Muslim (15/211), ketika menjelaskan hadits Aisyah diatas,

 

فِيهِ فَضِيلَةٌ ظَاهِرَةٌ لِعَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا .

وَفِيهِ اسْتِحْبَابُ بَعْثِ السَّلَامِ.

وَفِيهِ بَعْثُ الْأَجْنَبِيِّ السَّلَامَ إِلَى الْأَجْنَبِيَّةِ الصَّالِحَةِ إِذَا لَمْ يُخَفْ تَرَتُّبُ مَفْسَدَةٍ .

 

“Dalam hadits diatas terdapat keutamaan yang jelas bagi Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Dan terdapat dalil sunnahnya mengirim salam.

Juga terdapat dalil bolehnya mengirimkan salam kepada wanita salihah yang bukan mahramnya JIKA TIDAK ADA MAFSADAH DIBALIK UCAPAN SALAM ITU.”

 

Namun ketahuilah bagi lelaki, tidak ada fitnah yang lebih berbahaya daripada wanita.

 

Penulis : Ustadz Abu Abdillah Imam

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.