Mengucapkan salam adalah sebuah penghormatan yang diajarkan dalam syariat islam, sudah sepatutnya kita memperhatikan adab di dalamnya.
Diantara adab-adab mengucapkan salam adalah:
- Tidak mengucapkan salam dengan isyarat, baik isyarat dengan jari jemari, atau dengan tangan, atau dengan keduanya, atau juga isyarat dengan kepala. Semuanya dilarang
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Salamnya seseorang dengan satu jari menyerupai perbuatan orang yahudi”. (HR. Thabrani dari sahabat Jabir dan disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Sahihah No. 186)
dalam riwayat lain beliau bersabda : “jangan kalian mengucapkan salam seperti salamnya Yahudi, karena salamnya mereka dengan isyarat telapak tangan.”
Dikecualikan dalam keadaan shalat sebagaimana dalam riwayat Abdullah bin Umar, ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam shalat di Masjid Kuba, datang sebagian orang Anshar dan mereka mengucapkan salam kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dalam keadaan beliau sedang shalat.
Lalu Ibnu Umar berkata kepada Bilal, “apakah kamu melihat bagaimana Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab salamnya mereka?”
Bilal menjawab : “beliau begini (membentangkan telapak tangannya).” (HR. Abu Daud dan disahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Sahihah No.185)
Yaitu membentangkan telapak tangannya menyilang, dan menjadikan bagian dalam telapak tangan kebawah, dan punggungnya keatas.
Adapun menggabung ucapan salam dengan isyarat, maka ini dibolehkan. Sebagaimana dalam riwayat Abu Daud dengan sanad yang sahih, dari Asma binti Abi Bakr, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam melewati sekumpulan wanita di masjid yang sedang duduk, kemudian beliau melambaikan tangannya sambil mengucapkan salam.
- Tidak dianjurkan mengucapkan salam kepada orang yang sedang membuang hajat.
Dari Muhajir bin Qunfudz beliau mendatangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang sedang buang air kecil, tetapi beliau tidak menjawab salamnya. Setelah berwudhu, beliau meminta uzur dan beliau mengatakan :
“Aku benci untuk mengingat Allah kecuali dalam keadaan suci.” (HR. Abu Daud dan disahihkan Al-Albani dalam Sahihah No. 834)
- Jangan mendahului salam dengan mengucapkan waalaikas salam. Karena itu adalah perbuatan Yahudi. Demikian diriwayatkan oleh Abu Daud dalam hadits Jabir bin Sulai Al-Juhany dengan sanad yang sahih.
- Usahakan wahai saudaraku agar jangan terdahului oleh siapapun dalam mengucapkan salam.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah adalah yang selalu memulai mengucapkan salam.” (HR. Abu Daud dengan sanad yang sahih dari Abu Umamah Al-Bahili. Lihat Sahih Jami No. 2011).
Semoga Allah memberikan taufik kepada kita di dalam apa yang diridhai oleh-Nya. Amin Ya Rabbal Alamin.
Penulis : Ustadz Abu Abdillah Imam