Manusia cenderung menyukai orang-orang yang berlemah lembut terhadap mereka, sebagaimana pula mereka cenderung tidak menyukai orang-orang yang bersikap kasar. Bahkan, walaupun mereka merupakan orang-orang terbaik sekalipun.
Sebagaimana Allah ta’ala berfirman :
“فبما رحمة من الله لنت لهم ولو كنت فظا غليظ القلب لانفضوا من حولك فاعف عنهم واستغفر لهم وشاورهم في الأمر فإذا عزمت فتوكل على الله إن الله يحب المتوكلين (١٥٩)” [ آل عمران : ١٥٩]
Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian menerima kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya”. [ Ali Imran : 159 ].
Berkata Imam Al Baghawy dalam menafsirkan ayat ini : {لنت لهم} yaitu engkau bersikap sopan santun terhadap mereka, banyak bersabar, dan tidak mudah marah pada saat terjadinya perang uhud.
Berkata pula Ibnul Jauzy -rahimahullahu ta’ala-. Qatadah berkata : Adapun makna {لنت لهم} adalah bersikap lemah lembut , berakhlaq yang baik, dan banyak bersabar.
Sifat lemah lembut ini tidaklah berada di suatu tempat kecuali akan menghiasi nya, dan tidaklah ia di cabut dari sesuatu kecuali akan memperburuknya.
Dari ‘Aisyah -radhiallahu ‘anha- berkata: Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda :
” إنّ الرفق لا يكون في شيء إلّا زانه ولا ينزع من شيء إلّا شانه”[رواه مسلم]
Artinya : “Sesungguhnya tidaklah kelemah lembutan berada di suatu tempat kecuali akan menghiasi nya, dan tidaklah di cabut dari sesuatu tersebut kecuali akan memperburuknya.”
[HR.Muslim]
Dalam hadits lain di sebutkan:
“يَاعَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيْقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِيْ الأَمْرِ كُلِّهِ” [رواه مسلم]
Artinya : “Wahai Aisyah, sungguh Allah itu Mahalembut dan menyukai kelembutan di dalam semua urusan”. [HR.Muslim].
Dan sifat lemah lembut ini merupakan salah satu nikmat yang Allah berikan kepada hamba-Nya.
Sebagaimana Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda :
” إذا أراد الله بقوم خيراً ، أدخل عليهم الرفق” [ رواه البزّار]
Artinya: “Apabila Allah menginginkan kebaikan pada suatu kaum, niscaya Allah akan memasukkan sifat lemah lembut di antara mereka”.
Bahkan, Rasulullah pun mendoakan orang yang berlemah lembut kepada manusia, beliau bersabda :
” اللهم من ولي من أمر أمتي شيئا،ً فشقّ عليهم، فاشققْ عليه ، و من ولي من أمر أمتي شيئاً ، فرفق بهم ، فارفق به.” [ رواه مسلم]
Artinya : “Ya Allah, siapa saja yang menjadi pemimpin urusan umatku, lalu ia bersikap keras, maka bersikap keraslah kepada nya. Dan siapa saja yang menjadi pemimpin urusan umat ku, lalu ia berlemah lembut terhadap mereka, maka berlemah lembut lah terhadapnya .” [HR.Muslim]
Begitu pula Allah ta’ala menjelaskan , bahwasanya Allah memberi kepada kelembutan apa-apa yang tidak di berikan kepada selain nya.
Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam – bersabda :
” يا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ رَفِيْقٌ يُحِبُ الرِّفْقَ وَيُعْطِى عَلَى الرِّفْقِ مَا لاَ يُعطِي على العُنْفِ ، وَ ماَ لاَ يُعْطِي على ما سِوَاهُ ” [ رواه مسلم]
Artinya: “Wahai Aisyah, sesunguhnya Allah itu Mahalembut dan menerima kelembutan. Allah memberi kepada kelembutan hal-hal yang tidak diberikan kepada kekerasan dan sifat-sifat lainnya”. [HR.Muslim].
(( Lihat Ar rifqu bin naas di dalam kitab Thariquna lil qulub, Karya Abi Abdillah Faishal bin Abduh Qaaid Al Haasyiry)
Team Fawaid Al Misk
Dimurojaah oleh Abu Abdillah Imam