Sedikitnya Aib Seseorang Dengan Dia Menetap Dirumahnya

0

Dari Thalhah bin ‘Ubaidillah radhiallahu ‘anh, beliau berkata :

أقل لعيب المرء أن يجلس في داره

“Aib seseorang akan lebih sedikit jika dia menetap di rumahnya”

(diriwayatkan dari Waqi’ dan Abu dawud,di dalam kitab (Az-zuhud) dan sanadnya shahih)

 

Di dalam atsar diatas menjelaskan tentang manfaat, sedikitnya berkumpul dengan manusia serta anjuran untuk melakukannya, salah satu manfaatnya adalah untuk mengurangi aib seorang hamba.

Barangsiapa yang menahan langkahnya dari banyak berkumpul dengan manusia maka akan sedikit aibnya, serta menahan dirinya sendiri untuk menetap dirumahnya, dengan meninggalkan banyak berkumpul dengan manusia untuk memelihara dirinya supaya sedikit aib pada dirinya.

 

Hal ini ditinjau dari dua sisi :

 

  1. Mengurangi aibnya pada prilaku dasarnya, seperti sifat ujub, angkuh dan sikap sewenang-wenang, serta memandang rendah manusia yang lain, dikarenakan jika seorang hamba tampil dihadapan manusia serta banyak berkumpul dengan mereka, maka akan tampak pada mereka sifat-sifat tersebut, terkadang dia membanggakan apa yang dia miliki maupun tidak dia miliki, serta menganggap dirinya lebih tinggi dan merendahkan yang lainnya.
  2. Mengurangi aibnya yang berhubungan dengan orang lain, diantaranya sikap yang tidak adil, permusuhan dan sikap kekerasan. Barangsiapa yang menghindari untuk tidak berkumpul dengan manusia, maka dia akan aman untuk tidak terjatuh di dalam perilaku-perilaku yang tidak baik tersebut.

 

Sungguh indah perkataan Ibnu abi Nashir Al-humaidy :

لقاء الناس ليس يفيد شيأ سوى الإكثار من قيل وقال

فأقلل من لقاء الناس الا الأخذ العلم أو إصلاح حال

“Berkumpul dengan manusia tidak akan memberi manfaat sedikitpun

kecuali hanya memperbanyak gosip,

maka kurangilah berkumpul dengan manusia

kecuali untuk mengambil ilmu atau memperbaiki suatu keadaan”

 

Maka seyogyanya seseorang jika berkumpul, harus terdapat dua perkara didalamnya :

 

1.Memberi manfaat bagi agamanya, seperti menulis ilmu.

 

2.Memberi manfaat bagi dunianya, yaitu untuk memperbaiki suatu keadaan yang dibutuhkan seorang hamba dari pekerjaan atau kebutuhannya atau kebutuhan keluarganya.

(Lihat kitab : Al-ghurar min Mauqifil Atsar karya Syaikh Shalih Al Ushaimy, hal :30-32)

 

Penulis: Ustadz Imam Abu Abdillah
Artikel: Almisk.or.id

____

BERSAMA MENUJU SURGA

GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK

Untuk Join Group ketik:

#LK/PR#Nama#Alamat#Umur#NoHP

SMS/WA : +6285338107669

*****

Donasikan infaq terbaik anda di : BNI Syariah 800440000 a/n YAYASAN AL MISK untuk Program Pendidikan Al Misk

Donasi Terbaik Anda akan digunakan untuk keperluan Operasional Kajian Ummahat Al Misk dan WAG Al Misk serta Persiapan pembebasan Wakaf Tanah Al Misk

Lihat Update Donasi setiap bulannya di : www.almisk.or.id

untuk konfirmasi donasi : SMS/WA : 0811 688 1515 ( Cut Dewi Ummu Muhammad ) atau 085836677889 (Vivie)

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.