Kiat Mensucikan Jiwa

0
Pertemuan pertama

 

 

Sungguh kekayaan yang Hakiki adalah kekayaan jiwa

 

 

Mencoba untuk mencari kekayaan, namun bukan dengan kekayaan jiwa itu hasilnya NOL.

 

 

Barangkali demikian Sahabat.

 

 

Dalam ayat yang sangat banyak, Allah menjadikan keberuntungan dan kebahagiaan bagi mereka yang mampu mensucikan jiwanya.

 

 

Allah berfirman :

 

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّىٰ

 

 

Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman) ( QS Al A’la : 14 )

 

 

Terkadang seseorang mengabaikan bagaimana jiwanya menjadi jiwa yang suci, padahal itu adalah Amanah yang dibawa oleh Baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

 

 

Allah berfirman :

 

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

 

Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. ( QS AL Jumuah : 2 )

 

Makna mensucikan jiwa

 

Yaitu dengan memperbaiki hati dan mengobatinya dari segala model penyakit hati, seperti kesyirikan, nifaq dan lain sebagainya.

 

 

Dan perlu diketahui bahwa kebersihan jiwa seseorang akan berpengaruh pada kebersihan penampilan seseorang. Kedua duanya memiliki keterkaitan yang erat.

 

 

Berkata Al Imam As Syatiby Rahimahullah :

 

 

الأعمالُ الظاهرةُ في الشرع دليلٌ على ما في الباطن فإذا كان الظاهرُ منخرماً أو مستقيماً حكم على الباطن بذلك

 

Amalan Dhahir didalam konsep syariat adalah pertanda amalan batin seseorang, jika dhahirnya melenceng atau lurus, maka demikianlah amalan Hatinya.

 

 

Tazkiyatun Nufus Harus sesuai dengan konsep syariat

 

 

Benar dikarenakan itu bagian dari Agama, penambahan dalam konsep Tazkiyatun nufus, terlebih dengan dicampuri dengan hal yang berbau kesyirikan atau kebid’ahan justru akan membuat hati seseorang menjadi kotor.

 

 

Berkata Al Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah :

 

لدينُ كلُّه خُلُقٌ، فمن زاد عليك في الخلُقِ زاد عليك في الدين

 

Agama semuanya adalah Akhlaq, maka barang siapa yang menambah dalam didalam berakhlaq ( Yang tidak ada konsepnya dalam syariat. Pent ) maka dia telah menambah dalam Agama.

 

 

Sahabat… dalam men tazkiyah nufus juga harus sesuai dengan konsep Syariat yaa

 

Barakallahu fikum

 

 

Penulis: Ustadz Imam Abu Abdillah

Artikel: http://almisk.or.id

 

 

____

BERSAMA MENUJU SURGA

GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK

Untuk Join Group ketik:

#LK/PR#Nama#Alamat#Umur#NoHP

SMS/WA : +6285338107669

*****

Donasikan infaq terbaik anda di : BNI Syariah 800440000 a/n YAYASAN AL MISK untuk Program Pendidikan Al Misk

Donasi Terbaik Anda akan digunakan untuk keperluan Operasional Kajian Ummahat Al Misk dan WAG Al Misk serta Persiapan pembebasan Wakaf Tanah Al Misk

Lihat Update Donasi setiap bulannya di : www.almisk.or.id

untuk konfirmasi donasi : SMS/WA : 0811 688 1515 ( Cut Dewi Ummu Muhammad ) atau 085836677889 (Vivie)

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.