Benarkah Istilah diatas ?
Cinta dalam Bahasa Arab adalah MAHABBAH.
Disebutkan oleh Al Imam Ar Raghib As Asfahany adalah : kecondongan Hati kepada sesuatu yang dia Sangka Baik.
Manakala seseorang menganggap suatu Amalan itu baik, dia akan mencintainya dan selalu berharap untuk melakukannya.
Mahabbah ( cinta ) adalah sebuah ibadah yang Agung dan Mulia.
Allah berfirman :
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ
Dan diantara manusia ada yang menjadikan selain Allah tandingan – tandingan yang lain, dia mencintai tandingan tersebut seperti cintanya dia kepada Allah. Dan orang yang beriman, mereka lebih cinta kepada Allah. (Al Baqarah : 165)
Dalam ayat diatas menunjukkan bahwa ciri seorang yang beriman kepada Allah, menjadikan kecintaannya murni kepada Allah, dan kepada apa yang Allah cintai dan Ridhai dari amalan amalan Shalih.
Berkata Al Imam Ibnu Katsier Rahimahullah :
وَلِحُبِّهِمْ لِلَّهِ وَتَمَامِ مَعْرِفَتِهِمْ بِهِ، وَتَوْقِيرِهِمْ وَتَوْحِيدِهِمْ لَهُ، لَا يُشْرِكُونَ بِهِ شَيْئًا، بَلْ يعبدونه وحده ويتوكلون عليه، ويلجؤون فِي جَمِيعِ أُمُورِهِمْ إِلَيْهِ
Dikarenakan kecintaan mereka kepada Allah, dan pengenalan mereka kepada Allah dengan sempurna, serta pengagugan mereka kepada Allah serta pengesaan mereka kepada-NYA, mereka tidak mensekutukan Allah dengan sesuatu apapun bahkan mereka menyembah kepadaNYA dan bertawakkal kepadaNYA, serta mengadukan semua urusannya kepada Allah. (Tafsir Ibn Katsier Surat Al baqarah : 165)
Sekarang, mungkinkan orang yang menyandarkan kecintaan Murni kepada Allah akan merana? pasti tidak !!!
Mungkinkah akan merana seorang yang menjadikan sandarannya hanyalah Allah Rab Alam Semesta yang maha Kaya dan Pengasih.
Mungkinkah merana manakala seseorang mengadu dipenghujung malam dengan isakan Tangisnya kepada Allah, Dzat yang telah menjamin pengkabulan doa orang yang meminta kepadaNYA ?
Mungkinkah merana, seseorang yang menghiasi dirinya dengan Ibadah serta menghabiskan waktunya dengan Ilmu agama? suatu hal yang mustahil terjadi.
Maka, TIDAK MUNGKIN SESEORANG MERANA KARENA CINTA.
Kecuali jika cinta ada dalam dirinya adalah kecintaan semu, cinta dengan suatu yang Fana’ cinta dengan Fatamorgana.
Jika hatimu merasa merana karena Cinta, segera Istighfar dan meminta ampun kepadanya kemudian instrospeksi apa yang telah dia lakukan dari kemaksiatan. Maka niscaya Allah akan merubah kesedihan yang dia lalui dengan kemudahan dan keindahan.
Ya Rabb berikanlah kepada Kami kecintaan kepadaMU dan cinta kepada Amalan yang Engkau Ridhai, Amien Ya Rabbal Alamien.
Penulis: Ustadz Imam Abu Abdillah
Artikel: http://Almisk.or.id