Ilmu Yang Sebenarnya Adalah Yang Membuahkan Amalan

0

Target dalam dua puluh lima hari mampu menamatkan hafalan Al-Quran.

 

 

Dalam satu tahun mampu menamatkan sekian judul buku.

 

 

Dalam satu tahun mampu menghafal kitab hadist ini dan itu.

 

 

Benar, target adalah sebuah motivasi seorang penuntut ilmu dalam belajar. Tapi jangan terjebak dengan target.

 

 

Ilmu yang sesungguhnya adalah ilmu yang mampu mengubah karaktermu menjadi seorang yang beriman kepada Allah Ta’ala, santun kepada sesama.

 

 

Berkata Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah :

 

‎ ومنهم من يلهيه التكاثر بالجاه أو بالعلم فيجمعه تكاثرا وتفاخرا وهذا أسوأ حالا عند الله ممن يكاثر بالمال والجاه فإنه جعل أسباب الاخرة للدنيا ،وصاحب المال والجاه استعمل أسباب الدنيا لها وكاثر بأسبابها .اهـ

 

“Diantara manusia ada yang terbuai dengan memperbanyak tingkatan kedudukannya dan Ilmu agamanya, dia mengumpulkan itu semua untuk berbangga dan sombong dengan lainnya.”

 

 

Orang yang seperti ini lebih jelek disisi Allah Ta’ala dari pada mereka yang memperbanyak harta dan kedudukan semata.

 

 

Karena orang pertama menjadikan akhirat sebagai sebab untuk mendapatkan dunia, sedangkan ahli dunia menjadikan dunia sebab untuk menggapai dunia.

(Uddatu Shabirin : 171)

 

 

Standar manusia didalam menghafal Al-Quran kadang untuk memperbanyak hafalannya, tapi tentunya harus diimbangi dengan upaya mengulang dan menjaga hafalannya.

 

 

Ada yang mempelajari Ilmu agama untuk menamatkan kitab demi kitab, tanpa memperdulikan kandungan dan mengamalkannya.

 

 

Ilmu agama bukan demikian.

 

 

Al-Quran yang engkau hafal bukan untuk berbangga bahwa engkau sudah menamatkan Al-Quran atau menghafal sebagiannya.

 

 

Namun untuk engkau amalkan makna dan kandungannya.

 

 

Ilmu itu adalah cahaya yang Allah berikan dihati hambanya, yang menumbuhkan keimanan yang kuat dihatinya.

 

 

Al-Imam Ad-Dzahabi rahimahullah berkata didalam kitabnya Siar A’lamin Nubala (13/323) didalam biografi Al-Imam Ustman bin Said Ad Darimi rahimahullah,

 

‎العِلْمُ لَيْسَ هُوَ بِكَثْرَةِ الرِّوَايَةِ، وَلَكِنَّهُ نُوْرٌ يَقْذِفُهُ اللهُ فِي القَلْبِ

 

“Ilmu itu bukanlah dengan banyaknya riwayat, tetapi cahaya yang Allah berikan dihati orang yang beriman.”

‎وَشَرْطُهُ: الاتِّبَاعُ، وَالفِرَارُ مِنَ الهَوَى وَالاَبْتَدَاعِ، وَفَّقَنَا اللهُ وَإِيَّاكُم لِطَاعَتِهِ.اه

 

“Dan syaratnya adalah Al Ittiba’ (mengikuti) tuntunan syariat, dan menjauhi hawa nafsu dan hal yang baru dalam agama, semoga Allah memberikan taufik kepada kita dan kalian untuk selalu menjalankan ketaatan kepada-NYA.”

 

 

Kata kuncinya adalah, bukan dengan banyaknya riwayat dan Ilmu, namun dengan adab dan amalan sesuai dengan apa yang telah diketahui dari Ilmu agama.

 

 

Didalam biografi Al-Imam Ahmad rahimahullah dari kitab Siar A’lamin Nubala (11/316) disebutkan bahwa yang menghadiri majlis Al-Imam Ahmad sejumlah : 5000 orang atau lebih. Sekitar 500 orang mereka mencatat hadist, sedangkan yang sisanya mereka mempelajari Adab dari Al-Imam Ahmad rahimahullah.

 

 

Subhanallah, betapa indahnya Ilmu yang menghiasi mereka, rahimahumullah .

Penulis: Ustadz Imam Abu Abdillah

Artikel: http://almisk.or.id

 

 

 

_____

BERSAMA MENUJU SURGA

GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK

Untuk Join Group ketik :

#LK/PR#Nama#Alamat#Umur#NoHP

SMS/WA : +6285338107669

******

Donasikan infaq terbaik anda di : BNI Syariah 800440000 a/n YAYASAN AL MISK untuk Program Pendidikan Al Misk

Donasi Terbaik Anda akan digunakan untuk keperluan Operasional Kajian Ummahat Al Misk dan WAG Al Misk serta Persiapan pembebasan Wakaf Tanah Al Misk

Lihat Update Donasi setiap bulannya di : www.almisk.or.id

untuk konfirmasi donasi : SMS/WA : 0811 688 1515 ( Cut Dewi Ummu Muhammad )

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasi.