Segala puji hanya milik Allah yang telah menurunkan kepada hamba hambanya Kitab Al-quran sebagai petunjuk dan pedoman menuju jalan Allah yang lurus, Shalawat dan salam teruntuk Junjungan Nabi besar Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sahabat dan yang mengikutinya sampai Akhir zaman.
Sebuah kenikmatan yang mulia adanya Alquran sebagai kitab yang mudah dihafal.
Allah berfirman :
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran . ( Al Qamar : 22 )
Namun menggunakan metode yang baik dan cara yang terpandu akan memudahkan seseorang didalam menghafal Al Quran, oleh karenanya berikut akan kami tulis beberapa metode yang akan memudahkan kita didalam menghafal kitab yang mulia ini, diringkas dari kitab sina’atul Hifdz yang dikarang oleh Syaikh Abu Abdillah Faishal bin abduh Al Hasyidi Hafidzahullah dengan sedikit tambahan dan perubahan, Wallahul Muwaffiq.
1. Ikhlas.
Allah berfirman :
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
Sesungguhnya setiap amalan tergantung dengan niat, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang dia amalkan. ( Hr Bukhari dan Muslim )
Berkata Al imam Ibnul Qayyim Rahimahullah :
Sesuai dengan kadar niat seorang hamba, semangat dan keinginannya didalam kebaikan maka Allah akan memberikan pertolongan kepadanya, sesunguhnya pertolongan Allah akan turun kepada hamba sesuai dengan niat dan semangat serta usahanya didalam kebaikan .
2. Taqwa
Modal Utama didalam menghafal Al-Quran adalah Taqwa, karena itu adalah kunci pembuka Ilmu Agama.
Allah berfirman :
وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Dan bertaqwalah kepada Allah dan Allah akan memberikan kepada kalian Ilmu Agama.
Berkata Al Imam As Sa’dy :
Sesungguhnya Taqwa kepada Allah adalah jalan untuk mendapatkan Ilmu Agama. (Lihat Tafsir As Sa’dy )
3. Meninggalkan Maksiat
Ketika seseorang meninggalkan kemaksiatan maka Allah akan membuka baginya kelapangan dan kebersihan jiwa sehingga dengan mudah baginya untuk menerima Ilmu agama dan Al-Quran .
Rasulullah bersabda :
إنَّ الْعَبْدَ إِذَا أخْطَأ خَطِيئَةً، نَكَتَتْ فِي قَلْبهِ نُكْتَةٌ، فَإِنْ هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَر وَتَابَ، صُقِلَتْ، فَإنْ هُوَ عَادَ، زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ فَهُوَ “الرَّانُ” الَّذِي ذَكَرَ الله {كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ} (2) [المطففين: 14]
Sesunguhnya seorang hamba jika melakukan kesalahan, maka Allah akan menitik didalm hatinya satu titik hitam, jika dia meninggalkan dosa tersebut dan meminta ampun serta bertaubat, maka akan hilang titik tersebut. Kemudian jika kembali melakukan dosa tersebut, maka akan ditambah titik tersebut sampai menjadi tebal ( hitam ) dan itulah yang dimaksud dalam firman Allah :
Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.
Berkata Al Imam At Thabary :
Rasulullah mengkhabarkan bahwa dosa jika semakin bertambah maka Allah akan menitup hatinya, sehingga tidak ada pintu sedikitpun untuk keimanan memasukinya, dan tidak ada celah apapun bagi kekufuran untuk meninggalkannya. ( lihat Tafsir Athabary : 24 / 287 )
Al Imam Malik pernah ditanya : Apakah ada sesuatu yang membantu Hafalan seseorang ?
Beliau menjawab : Jika ada, maka itu adalah meninggalkan kemaksiatan.
‘Ali bin hasyram berkata kepada Waki’ bin Jarrah : Aku adalah seorang yang bodoh, dan tidak memiliki hafalan, maka ajarkanlah bagiku obat untuk menghafal Alquran.
Maka waki’ menjawab : Wahai anakku, akau tidak pernah mencoba sebuah cara yang lebih sukses dari meninggalkan kemaksiatan. ( Lihat : Juz un fihi akhbar lihifdzil Quran : 226 )
Berkata Al Imam Ibnul Qayyim :
Ketika Al Imam As Syafiie duduk dihadapan Al Imam Malik dan membaca Muwatha, beliau terkagum dengan bacaan Al Imam As Syafiie, kemudian Al Imam Mlalik mengatakan kepada AS Syafie :
Sungguh Aku melihat Allah telah memberikan didalam Hatimu cahaya, maka janganlah engkau padamkan dengan kegelapan Maksiat. ( Al Jawab Kafie : 104 ).
Penulis: Ustadz Imam Abu Abdillah
Artikel: http://almisk.or.id
_____
BERSAMA MENUJU SURGA
GROUP KAJIAN ISLAM AL MISK
Untuk Join Group ketik :
#LK/PR#Nama#Alamat#Umur#NoHP
SMS/WA : +6285338107669
*****
Donasikan infaq terbaik anda di : BNI Syariah 800440000 a/n YAYASAN AL MISK untuk Program Pendidikan Al Misk
Donasi Terbaik Anda akan digunakan untuk keperluan Operasional Kajian Ummahat Al Misk dan WAG Al Misk serta Persiapan pembebasan Wakaf Tanah Al Misk
Lihat Update Donasi setiap bulannya di : www.almisk.or.id
untuk konfirmasi donasi : SMS/WA : 0811 688 1515 ( Cut Dewi Ummu Muhammad )